China Diduga Paksa Warga Tibet Pasang Aplikasi Pengawasan

Rabu, 13 November 2024 - 14:11 WIB
loading...
A A A
Karena aplikasi memiliki fungsi yang tidak dapat diakses tanpa nomor telepon yang berbasis di China, sulit untuk memverifikasi bagaimana teknologi ini digunakan dalam aplikasi.

Sejak tahun 2021, pemerintah China telah mewajibkan warga Tibet untuk memasang aplikasi NAFC. Polisi dilaporkan telah memasang penghalang jalan dan memaksa para pelancong untuk mengunduh dan mendaftarkan aplikasi di sana menggunakan pengenalan wajah.

Mayoritas warga Tibet khawatir bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melacak pergerakan mereka dan berpotensi mengakses data di ponsel mereka.

Berdasarkan laporan dari dua organisasi kebijakan publik, Turquoise Roof dan Tibet Watch Beijing, disebutkan bahwa NAFC telah mengintegrasikan “sistem berbasis AI yang menggabungkan pengenalan wajah dengan penelusuran internet dan pemantauan berbasis aplikasi” ke data pelacakan DNA dan GIS di Tibet.

Diawasi Terus-Menerus


Menurut Greg Walton, penyelidik senior di firma konsultan keamanan Secdev Group yang berbasis di Inggris dan salah satu penulis laporan tersebut, "Aparat pemerintah China di Tibet pada dasarnya masih merupakan kotak hitam, tetapi laporan ini memberikan [dunia luar] gambaran sekilas tentang cara kerja sistem ini."

"Analisis kami menunjukkan bahwa data yang dikendalikan aplikasi NAFC dapat terhubung ke sistem yang lebih luas yang dioperasikan Biro Investigasi Kriminal, [dan] pemasangan wajib aplikasi di pos pemeriksaan polisi dapat berfungsi sebagai platform untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk memantau dan mengendalikan populasi, khususnya dalam menekan perbedaan pendapat dan ekspresi budaya," tulis laporan tersebut.

"Ini tampak seperti aplikasi pengawasan yang tidak hanya melacak pergerakan kami, tetapi juga memiliki fungsi perekaman suara otomatis dan berbagi foto bawaan," kata seorang pria Tibet yang tidak disebutkan namanya kepada Tibet Watch pada tahun 2023.

Tindakan polisi di Tibet cenderung “lebih invasif" daripada tindakan yang digunakan di wilayah lain di China. Sistem data besar menggunakan pembelajaran mesin untuk melacak jaringan kekerabatan warga Tibet atau menganalisis jaringan sosial mereka untuk mengungkap apa yang didefinisikan oleh China sebagai kejahatan terorganisasi.

Beberapa aktivis Tibet mengatakan arsitektur pengawasan digital yang coba "disempurnakan" oleh pemerintah China di wilayah tersebut akan menciptakan dampak psikologis yang mendalam pada penduduk setempat.

Pemantauan yang meluas menciptakan perasaan diawasi terus-menerus, yang menyebabkan stres, kecemasan, dan hilangnya kebebasan pribadi, yang memaksa mereka untuk melakukan penyensoran diri. Ini adalah masalah kompleks dengan implikasi signifikan bagi kesejahteraan mental dan otonomi orang-orang yang hidup di bawah pengawasan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved