Trump Pilih Veteran Baret Hijau Jadi Penasihat Keamanan Nasional AS

Rabu, 13 November 2024 - 08:45 WIB
loading...
Trump Pilih Veteran...
Anggota DPR Mike Waltz (kiri) berpidato dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR di Washington DC, AS, pada 29 September 2021. Foto/Global Look Press/CNP/Rod Lamkey
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjuk Mike Waltz, anggota Kongres dari Partai Republik dari Florida, sebagai pilihannya untuk penasihat keamanan nasional berikutnya.

Sebagai veteran Angkatan Darat AS yang bekerja di Pentagon dan Gedung Putih, Waltz telah digambarkan media Amerika sebagai seorang yang agresif terhadap China dan skeptis terhadap bantuan Ukraina.

Trump mengumumkan pilihannya pada hari Selasa (12/11/2024), memuji Waltz sebagai "pejuang kuat dari agenda Kebijakan Luar Negeri Amerika Pertama saya, (yang) akan menjadi pejuang luar biasa dalam upaya kita untuk mencapai Perdamaian melalui Kekuatan."

"Bersama dengan Presiden Trump dan timnya, kita akan menghadapi tantangan yang terus berkembang di dunia saat ini dan bersikap tegas terhadap mereka yang akan merusak cara hidup kita," tulis Waltz di X.

Dia menegaskan, "Amerika akan menjaga sekutu-sekutunya tetap dekat, kita tidak akan takut untuk menghadapi musuh-musuh kita."

Penasihat keamanan nasional adalah seorang ajudan presiden yang bertugas membantu membuat keputusan-keputusan penting mengenai kebijakan luar negeri. Pengangkatan Waltz tidak memerlukan konfirmasi dari Senat.

Ketua DPR Mike Johnson memuji Waltz sebagai "patriot" dan "orang yang tepat untuk menasihati Presiden Trump dan membela kepentingan kita di panggung dunia."

Seorang veteran Baret Hijau, Waltz bertugas di militer AS selama hampir 30 tahun dan ikut serta dalam misi tempur di Afghanistan, Timur Tengah, dan Afrika.

Dia pertama kali terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2018 dan pensiun dari dinas militernya selama masa jabatan keduanya.

Dia juga menjabat sebagai direktur kebijakan pertahanan untuk Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld dan Robert Gates.

Istrinya, Julia Nesheiwat, menjabat sebagai penasihat keamanan dalam negeri Trump selama tahun terakhir masa jabatan presiden pertamanya.

Waltz telah menjadi anggota Gugus Tugas DPR China, yang mengembangkan langkah-langkah melawan "ancaman" yang ditimbulkan oleh Beijing.

Dia juga memperkenalkan undang-undang yang ditujukan untuk melawan pengaruh Beijing di panggung dunia dan menuduh negara itu "berusaha merebut posisi kita sebagai pemimpin global."

"Aktivitas agresif China di seluruh Indo-Pasifik mengharuskan tindakan AS," tegas anggota kongres itu tahun lalu.

Berbicara tentang konflik di Ukraina, Waltz berpendapat Washington harus menggunakan "pengaruhnya" untuk membawa Kiev dan Moskow ke meja perundingan.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump memecat penasihat keamanan nasionalnya saat itu, H.R. McMaster, serta penggantinya, John Bolton.

Dia akhirnya menyebut pengangkatan Bolton sebagai "kesalahan terbesarnya," karena diplomat karier itu menjadi salah satu pengkritiknya yang paling keras.

Baca juga: Trump Tunjuk Penentang Solusi 2 Negara sebagai Duta Besar AS untuk Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved