Militer AS Siapkan 6 Skenario Jika Donald Trump Keluarkan Perintah Kontroversial

Sabtu, 09 November 2024 - 16:23 WIB
loading...
A A A
"Email saya dibanjiri dengan topik ini," kata seorang pejabat pertahanan tentang Jadwal F. "Pasti akan menjadi beberapa bulan yang sibuk."

Setelah Trump menerbitkan Jadwal F pertama kali, menjelang akhir masa jabatan terakhirnya, Pentagon dan lembaga federal lainnya ditugaskan untuk membuat daftar pegawai mana yang akan dipindahkan ke kategori tersebut. Saat itu, pejabat pertahanan mencoba memasukkan sesedikit mungkin pegawai sipil untuk membatasi dampaknya pada tenaga kerja, kata sumber. Departemen tersebut kini membuat daftar serupa.

Kantor Personalia dan Manajemen mengeluarkan peraturan pada bulan April yang bertujuan untuk memperkuat pagar pembatas yang melindungi pegawai federal. Namun, "masih ada cara bagi pemerintahan baru untuk menyiasati perlindungan ini," kata seorang pejabat pertahanan, meskipun mungkin butuh waktu beberapa bulan untuk melakukannya.

Austin telah berulang kali memperingatkan tentang risiko penyalahgunaan politik oleh militer. Pada bulan Juli, ia mengatakan dalam sebuah memo bahwa "penting untuk mengamankan integritas dan keberlanjutan tenaga kerja sipil dengan memastikan bahwa pegawai sipil karier DoD, seperti rekan-rekan mereka yang berseragam, terlindungi dari pelanggaran hukum dan pelanggaran politik lainnya yang tidak pantas."

Ia menambahkan bahwa pegawai negeri karier bertugas untuk "menjaga kenetralan politik yang ketat dengan fokus pada kesetiaan kepada Konstitusi dan hukum Amerika Serikat."

6. Mematuhi Perintah yang Sah

Dan pada hari Rabu, ia menulis dalam sebuah pesan kepada pasukan bahwa militer AS hanya akan mematuhi perintah yang sah.

"Seperti biasanya, militer AS akan siap untuk melaksanakan pilihan kebijakan Panglima Tertinggi berikutnya, dan untuk mematuhi semua perintah yang sah dari rantai komando sipilnya," tulisnya. “Anda adalah militer Amerika Serikat—pasukan tempur terbaik di Bumi—dan Anda akan terus membela negara kita, Konstitusi kita, dan hak-hak semua warga negara kita.”

Di Departemen Luar Negeri, Menteri Antony Blinken mengatakan dalam email kepada anggota angkatan kerja pada hari Jumat bahwa ia akan menjelaskan kepada pemerintahan Trump yang akan datang bahwa “Anda semua adalah patriot.”

Pesan tersebut, yang diperoleh CNN, mengakui bahwa “transisi dapat menjadi periode ketidakpastian yang menimbulkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya untuk pekerjaan kita di seluruh dunia, untuk Departemen Luar Negeri itu sendiri, dan untuk rakyatnya.”

Itu adalah pesan yang tampaknya terarah. Departemen Luar Negeri melihat beberapa pejabat karier teratasnya menjadi sasaran sebagai bagian dari pemakzulan pertama Trump dan ada kepergian signifikan diplomat karier selama pemerintahan Trump yang pertama.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved