Joe Biden Jadi Biang Kerok Kekalahan Kamala Harris, Mengapa?

Sabtu, 09 November 2024 - 23:55 WIB
loading...
A A A
"Dan karena presiden langsung mendukung Kamala Harris, itu benar-benar membuat hampir mustahil untuk mengadakan pemilihan pendahuluan pada saat itu. Jika itu jauh lebih awal, itu akan berbeda."

Baca Juga: Biden Izinkan Pengerahan Kontraktor Militer AS ke Ukraina

2. Kurangnya Waktu untuk Persiapan Kampanye

Kapan Trump menjadi presiden AS lagi? Berbicara kepada media berita politik Politico, para penasihat politik Harris juga menyalahkan Biden dan mengatakan bahwa dia seharusnya mengundurkan diri lebih awal.

“Kami menjalankan kampanye sebaik mungkin, mengingat Joe Biden adalah presiden,” kata seorang ajudan yang tidak disebutkan namanya. “Joe Biden adalah satu-satunya alasan mengapa Kamala Harris dan Demokrat kalah malam ini.”

3. Sudah Habiskan Rp15 Triliun

Namun, seorang mantan ajudan Biden mengatakan kepada Axios, media berita politik lainnya, bahwa Harris hanya mencari-cari alasan.

“Bagaimana Anda menghabiskan USD1 miliar (Rp15 triliun) dan tidak menang?” kata ajudan itu, sambil menambahkan kata-kata umpatan.

Seorang mantan ajudan Biden yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Politico minggu ini bahwa penasihat mantan Presiden Barack Obama harus disalahkan karena mereka "secara terbuka mendorong pertikaian internal Demokrat untuk menyingkirkan Joe Biden, bahkan tidak menginginkan Kamala Harris sebagai calon".

4. Rencana Penggulingan Biden

Senator Pennsylvania John Fetterman, seorang Demokrat, menyalahkan kekalahan pemilu pada mereka yang berencana untuk menggulingkan Biden.

"Bagi mereka yang memutuskan dan bergerak untuk menghancurkan Biden, dan kemudian Anda mendapatkan pemilu yang Anda inginkan, sudah sepantasnya untuk mengakui hasil dan akibatnya," katanya kepada media politik Semafor dalam sebuah wawancara.

Anggota Kongres Tom Suozzi, anggota Kongres Demokrat New York, mengatakan kekalahan pemilu sebagian karena fokus partai pada "menjadi benar secara politis".

Ia mengatakan partai itu telah berjuang untuk melawan garis serangan Republik pada "anarki di kampus-kampus, pemotongan dana polisi, anak laki-laki biologis bermain dalam olahraga anak perempuan, dan serangan umum terhadap nilai-nilai tradisional".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved