Nostradamus Pemilu AS Ramalkan Kamala Harris Menang, Apakah Terbukti?
Selasa, 05 November 2024 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
"Jajak pendapat itu tidak memiliki nilai prediktif. Dan semuanya masih dalam batas kesalahan," paparnya.
"Pada tahun 2016, ketika saya meramalkan Donald Trump, saya tidak begitu populer di Washington DC yang 90 persen demokratis, tempat saya mengajar di American University. Semua jajak pendapat mengarah ke arah yang lain. Bahkan, penyusun jajak pendapat yang paling terkemuka, Princeton University Consortium, memberi Hillary Clinton peluang menang sebesar 99 persen," paparnya.
Model prediksi atau ramalan Lichtman berfokus pada pola historis, menepis gagasan bahwa jajak pendapat, strategi kampanye, atau bahkan demografi pemilu saja dapat menentukan hasil.
Pada tahun 1981, dia mengembangkan sistem 13 "Kunci Gedung Putih", yang mengidentifikasi bahwa tata kelola, bukan taktik kampanye, yang menentukan pemilu AS.
Modelnya telah meramalkan pemenang setiap pemilu dengan tepat sejak tahun 1984, termasuk beberapa pemilu ketika kesimpulannya bertentangan dengan sentimen populer.
"Ya, kita akan memiliki Kamala Harris, presiden baru yang inovatif, presiden perempuan pertama, dan presiden pertama yang berdarah campuran Afrika dan Asia. Ini seperti bayangan ke mana Amerika akan bergerak. Kita dengan cepat menjadi negara mayoritas-minoritas, orang kulit putih tua seperti saya, kita sedang mengalami kemunduran," kata Lichtman, mengulangi ramalannya bahwa Harris akan mengalahkan Trump.
"Pada tahun 2016, ketika saya meramalkan Donald Trump, saya tidak begitu populer di Washington DC yang 90 persen demokratis, tempat saya mengajar di American University. Semua jajak pendapat mengarah ke arah yang lain. Bahkan, penyusun jajak pendapat yang paling terkemuka, Princeton University Consortium, memberi Hillary Clinton peluang menang sebesar 99 persen," paparnya.
Model prediksi atau ramalan Lichtman berfokus pada pola historis, menepis gagasan bahwa jajak pendapat, strategi kampanye, atau bahkan demografi pemilu saja dapat menentukan hasil.
Pada tahun 1981, dia mengembangkan sistem 13 "Kunci Gedung Putih", yang mengidentifikasi bahwa tata kelola, bukan taktik kampanye, yang menentukan pemilu AS.
Modelnya telah meramalkan pemenang setiap pemilu dengan tepat sejak tahun 1984, termasuk beberapa pemilu ketika kesimpulannya bertentangan dengan sentimen populer.
"Ya, kita akan memiliki Kamala Harris, presiden baru yang inovatif, presiden perempuan pertama, dan presiden pertama yang berdarah campuran Afrika dan Asia. Ini seperti bayangan ke mana Amerika akan bergerak. Kita dengan cepat menjadi negara mayoritas-minoritas, orang kulit putih tua seperti saya, kita sedang mengalami kemunduran," kata Lichtman, mengulangi ramalannya bahwa Harris akan mengalahkan Trump.
Lihat Juga :