Prediksi Pemilu Presiden AS: Harris dan Trump Bersaing Ketat

Selasa, 05 November 2024 - 15:13 WIB
loading...
Prediksi Pemilu Presiden...
Prediksi pemilu presiden AS di mana Kamala Harris dan Donald Trump bersaing ketat. Foto/X/@CanaryMugume
A A A
WASHINGTON - Jajak pendapat nasional terakhir berbagai media di Amerika Serikat (AS) menunjukkan Donald Trump dan Kamala Harris akan bersaing dengan sangat ketat.

Jajak pendapat NBC News untuk kampanye presiden 2024 menemukan persaingan ketat yang ditentukan oleh kekuatan yang saling bertentangan yang telah membantu Demokrat Kamala Harris dan Republik Donald Trump dalam upaya mereka menuju Gedung Putih.

Secara keseluruhan, jajak pendapat menunjukkan Harris mendapat dukungan dari 49% pemilih terdaftar dalam pertarungan langsung, sementara Trump mendapat 49% yang sama. Hanya 2% pemilih yang mengatakan mereka tidak yakin dengan pilihannya.

Kenapa mendukung Harris? Isu meningkatnya antusiasme Demokrat, keunggulan 20 poin atas Trump dalam isu aborsi, dan keuntungan bagi Harris dalam menentukan kandidat mana yang lebih memperhatikan kelas menengah.

Kenapa mendukung Trump? Dua pertiga pemilih yang percaya negara sedang menuju ke arah yang salah, penilaian yang menguntungkan atas kepresidenan Trump — terutama jika dibandingkan dengan kinerja Presiden Joe Biden saat ini — dan keunggulan dua digit Trump dalam hal ekonomi dan biaya hidup.

Baca Juga: Biaya Kampanye Para Capres dalam Pemilu Amerika Serikat 2024, Siapa Terbanyak?

Polarisasi yang intens di negara ini juga menentukan persaingan yang ketat, termasuk kesenjangan gender lebih dari 30 poin yang memisahkan preferensi pemilih pria dan wanita. Terlepas dari siapa yang memenangkan pemilihan presiden, 60% pemilih percaya negara akan tetap terbagi.

Stabilitas dalam survei juga menonjol, dengan sedikit perubahan dalam persaingan sejak bulan lalu, meskipun ada aktivitas kampanye yang heboh di minggu-minggu terakhir dan iklan bernilai miliaran dolar.

"Ini adalah data yang sangat stabil dari posisi kami pada bulan Oktober," kata juru survei Demokrat Jeff Horwitt dari Hart Research Associates, yang melakukan survei dengan juru survei Republik Bill McInturff dari Public Opinion Strategies, dilansir CNBC.

"Kami semakin terpisah, dan kami telah memilih sudut kami," tambah McInturff. "Masing-masing pihak terkunci rapat, dan mereka tidak bergeming atau bergerak." Persaingan 49%-49% yang ditunjukkan dalam jajak pendapat ini pada dasarnya tidak berubah dari jajak pendapat NBC News pada bulan Oktober, ketika kedua kandidat sama-sama imbang di angka 48%.

Pada pemungutan suara yang diperluas termasuk kandidat pihak ketiga, Trump berada di angka 47% dan Harris di angka 46%, dengan gabungan 7% mendukung kandidat lain atau belum memutuskan — sekali lagi, tidak berubah dari bulan Oktober.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Keji! Israel Bunuh Kiper...
Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina
Rekomendasi
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Berita Terkini
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved