Biaya Kampanye Para Capres dalam Pemilu Amerika Serikat 2024, Siapa Terbanyak?

Selasa, 05 November 2024 - 15:03 WIB
loading...
Biaya Kampanye Para...
Biaya kampanye calon presiden Kamala Harris jauh lebih besar dari pada rivalnya, Donald Trump, dalam pemilu Amerika Serikat 2024. Foto/USA Today
A A A
WASHINGTON - Pemilu Amerika Serikat 2024 dijadwalkan berlangsung Selasa (5/11/2024) waktu setempat. Pemenangnya akan menjadi pemimpin baru dan menghuni Gedung Putih selama empat tahun ke depan, terhitung mulai Januari 2025.

Awalnya, terdapat belasan bakal calon presiden (capres) yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi. Sembilan orang dari Partai Republik, empat dari Partai Demokrat, sisanya dari Partai Libertarian, Partrai Hijau, dan kubu independen.

Namun, saat ini hanya terisa lima capres. Dua di antaranya merupakan capres utama, yakni Kamala Harris (Partai Demokrat) dan Donald Trump (Partai Republik). Tiga lainnya adala Chase Oliver (Partai Libertarian), Jill Stein (Partai Hijau), dan Cornel West (capres independen).

Baca Juga: Hari Ini, Amerika Memilih Presiden Baru: Kamala Harris atau Donald Trump

Sebelum proses pemungutan suara berlangsung, masing-masing kandidat telah melakukan kampanye guna mendulang dukungan dari para pemilih. Sepanjang masa itu, baik Trump maupun Kamala juga tak mengeluarkan biaya yang sedikit.

Biaya Kampanye Capres dalam Pemilu Amerika Serikat 2024

1. Donald Trump


Sejak awal 2023, komite kampanye resmi Trump telah menghabiskan total USD117 juta. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan USD330 juta dari kampanye Biden sebelum memutuskan mundur dari pencalonan.

Politico melaporkan lebih dari separuh pengeluaran kampanye Trump pada Juli 2024 sebesar USD14,1 juta digunakan untuk pembelian media berbayar. Selain itu, ada juga pengeluaran untuk surat langsung sebesar USD3,4 juta dan perjalanan udara USD3,3 juta.

Kemudian, kampanye Trump juga menghabiskan hampir USD1 juta untuk jajak pendapat. Total pengeluaran pada Juli itu merupakan peningkatan yang substansial bagi kampanye Trump yang telah menghabiskan hampir USD10 juta di bulan sebelumnya.

Sementara untuk Agustus, tim kampanye Trump menghabiskan tambahan sekitar USD61 juta. Kendati biaya kampanye itu semakin naik, Trump diuntungkan oleh pengeluaran besar-besaran dari kelompok luar yang mengambil alih beberapa fungsi sebagai penanggung jawab kampanye. Di antaranya super PAC pro-Trump dan America PAC yang menghabiskan hampir USD20 juta untuk kampanye sejak Juni hingga Make America Great Again Inc yang menghabiskan USD100 juta untuk iklan menjelang Hari Buruh.

2. Kamala Harris


Kamala Harris memulai kampanye pada bulan Juli, tepatnya setelah Joe Biden memutuskan mundur dari pencalonan. Sebagian besar pengeluaran mereka adalah untuk iklan, pembayaran staf kampanye hingga biaya perjalanan.

Masih dari sumber serupa, kampanye Kamala Harris menghabiskan dana hampir tiga kali lipat dari yang dihabiskan Donald Trump pada Agustus. Tetapi, pihaknya berhasil meraup begitu banyak dana, sehingga nilai kasnya masih terus bertambah.

Kampanye Kamala pada Agustus dilaporkan menyentuh angka USD174 juta. Hal ini jelas berbanding jauh dengan Trump yang mengeluarkan USD61 juta di bulan yang sama.

Jika Trump diuntungkan oleh kelompok-kelompok besar yang menjadi pendukung kampanye kubunya, Kamala memperoleh banyak keuntungan dari penggalangan dana. Pada Agustus aja, dia meraup hampir USD235 juta, atau sekitar USD100 juta lebih banyak daripada Trump.

Pada pengeluaran kampanye Kamala Harris, produksi media dan pembelian iklan menyumbang USD137 juta dari pengeluaran total. Kategori lainnya termasuk USD6,7 juta untuk perjalanan udara, USD6,4 juta untuk gaji staf, dan USD4,5 juta untuk penjangkauan pesan teks.

Sebagai tambahan, tim kampanye Kamala Harris juga melaporkan telah memberikan sumbangan sebesar USD75.000 kepada Detroit Unity Fund, sebuah lembaga nirlaba yang berupaya meningkatkan jumlah pemilih kulit hitam di Michigan, salah satu medan pertempuran utama dalam pemilihan tahun ini.

Demikian sedikit ulasan mengenai perbandingan biaya kampanye calon presiden dalam Pemilu Amerika Serikat 2024.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
Metode Quick Count,...
Metode Quick Count, Real Count, dan Exit Poll dalam Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved