Kapal Perang Israel Muncul di Terusan Suez, Rakyat Mesir Marah
Selasa, 05 November 2024 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
"Otoritas Terusan Suez menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan perjanjian internasional yang menjamin kebebasan bernavigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Terusan Suez, baik kapal komersial maupun militer, tanpa memandang kewarganegaraan mereka," bunyi pernyataan Otoritas Terusan Suez, seperti dikutip The National, Selasa (5/11/2024).
Pernyataan tersebut merujuk pada Konvensi Konstantinopel tahun 1888 yang diakui secara internasional, yang ketentuan-ketentuannya masih mengatur aturan Terusan Suez.
Klausul pertama konvensi tersebut menyatakan bahwa jalur air tersebut harus selalu bebas dan bebas dari perdagangan atau perang, tanpa pembedaan bendera.
Akibatnya, Pihak-Pihak Tinggi yang Berkontrak sepakat untuk tidak dengan cara apa pun mengganggu penggunaan Terusan Suez secara bebas, baik di masa perang maupun di masa damai. Terusan tersebut tidak akan pernah tunduk pada pelaksanaan hak blokade.
Militer Mesir pada Kamis lalu merespons tuduhan di media sosial bahwa mereka membantu Israel dalam perangnya di Gaza, tempat lebih dari 43.300 warga Palestina telah tewas sejak Oktober tahun lalu.
Pernyataan tersebut menyusul laporan media bahwa pelabuhan Mediterania Mesir di Alexandria menerima kiriman bahan peledak yang ditujukan untuk Israel.
Pernyataan tersebut merujuk pada Konvensi Konstantinopel tahun 1888 yang diakui secara internasional, yang ketentuan-ketentuannya masih mengatur aturan Terusan Suez.
Klausul pertama konvensi tersebut menyatakan bahwa jalur air tersebut harus selalu bebas dan bebas dari perdagangan atau perang, tanpa pembedaan bendera.
Akibatnya, Pihak-Pihak Tinggi yang Berkontrak sepakat untuk tidak dengan cara apa pun mengganggu penggunaan Terusan Suez secara bebas, baik di masa perang maupun di masa damai. Terusan tersebut tidak akan pernah tunduk pada pelaksanaan hak blokade.
Militer Mesir pada Kamis lalu merespons tuduhan di media sosial bahwa mereka membantu Israel dalam perangnya di Gaza, tempat lebih dari 43.300 warga Palestina telah tewas sejak Oktober tahun lalu.
Pernyataan tersebut menyusul laporan media bahwa pelabuhan Mediterania Mesir di Alexandria menerima kiriman bahan peledak yang ditujukan untuk Israel.
Lihat Juga :