Kamala Harris Layak Jadi Presiden Perempuan Pertama AS, Berikut 5 Alasannya

Senin, 04 November 2024 - 20:02 WIB
loading...
Kamala Harris Layak...
Kamala Harris layak jadi presiden perempuan pertama AS. Foto/IG/kamalaharris
A A A
WASHINGTON - Kamala Harris sudah diprediksi banyak analis bahwa dia mungkin memenangkan pemilu presiden Amerika Serikat (AS). Dia juga sudah disebut sebagai kandidat kuat untuk presiden perempuan pertama AS.

Namun, kedekatan Harris dengan Presiden Joe Biden bisa menjadi kekurangan, tetapi juga menjadi kekuatan. Dalam beberapa survei, dia juga dijagokan sebagai pemenangnya.

Tapi, pemilu presiden AS dikenal sulit ditebak.

Kamala Harris Layak Jadi Presiden Perempuan Pertama AS, Berikut 5 Alasannya

1. Dia bukan Trump

Terlepas dari kelebihan Trump, dia tetap menjadi sosok yang sangat memecah belah.

Melansir BBC, pada tahun 2020, dia memenangkan rekor jumlah suara untuk kandidat Republik, tetapi dikalahkan karena tujuh juta lebih warga Amerika mendukung Biden.

Kali ini, Harris memainkan faktor ketakutan tentang kembalinya Trump. Dia menyebutnya "fasis" dan ancaman bagi demokrasi, sambil bersumpah untuk beralih dari "drama dan konflik".

Jajak pendapat Reuters/Ipsos pada bulan Juli menunjukkan bahwa empat dari lima orang Amerika merasa negara itu lepas kendali. Harris berharap para pemilih - terutama Republikan moderat dan independen - melihatnya sebagai kandidat stabilitas.

2. Dia juga bukan Biden

Partai Demokrat menghadapi kekalahan yang hampir pasti pada saat Biden keluar dari persaingan. Bersatu dalam keinginan mereka untuk mengalahkan Trump, partai itu dengan cepat bersatu di sekitar Harris. Dengan kecepatan yang mengesankan dari awal, dia menyampaikan pesan yang lebih berwawasan ke depan yang menggembirakan basisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved