Sehari Jelang Pilpres AS, Survei: Kamala Harris Kalahkan Donald Trump
Senin, 04 November 2024 - 08:22 WIB
loading...
Jelang pemilihan presiden Amerika Serikat, hasil survei menunjukkan calon presiden Kamala Harris unggul di beberapa negara bagian dibanding rivalnya, Donald Trump. Foto/The New York Times
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan menggelar pemilihan presiden (pilpres) pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat.
Sehari menjelang pemungutan suara, hasil survei The New York Times/Siena College Poll menunjukkan calon presiden Kamala Harris unggul di banyak negara bagian dibandingkan rivalnya; Donald Trump.
Menurut hasil survei tersebut, Harris—calon presiden Partai Demokrat unggul di Nevada, North Carolina, Wisconsin, dan Georgia.
Trump—capres Partai Republik—hanya unggul di Arizona, menurut hasil survei tersebut.
Baca Juga: Uni Eropa Kuatkan Kemungkinan Donald Trump Menang Pilpres AS
Masih menurut hasil survei, kedua capres imbang di Pennsylvania dan Michigan.
Kedua capres memiliki beberapa jalur yang tersedia untuk meraih 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk mengeklaim kemenangan pilpres, dengan asumsi bahwa hasil survei tidak secara drastis meremehkan dukungan untuk salah satu atau yang lain.
![Sehari Jelang Pilpres AS, Survei: Kamala Harris Kalahkan Donald Trump]()
Foto/The New York Times
Sehari menjelang pemungutan suara, hasil survei The New York Times/Siena College Poll menunjukkan calon presiden Kamala Harris unggul di banyak negara bagian dibandingkan rivalnya; Donald Trump.
Menurut hasil survei tersebut, Harris—calon presiden Partai Demokrat unggul di Nevada, North Carolina, Wisconsin, dan Georgia.
Trump—capres Partai Republik—hanya unggul di Arizona, menurut hasil survei tersebut.
Baca Juga: Uni Eropa Kuatkan Kemungkinan Donald Trump Menang Pilpres AS
Masih menurut hasil survei, kedua capres imbang di Pennsylvania dan Michigan.
Kedua capres memiliki beberapa jalur yang tersedia untuk meraih 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk mengeklaim kemenangan pilpres, dengan asumsi bahwa hasil survei tidak secara drastis meremehkan dukungan untuk salah satu atau yang lain.

Foto/The New York Times
Lihat Juga :