Sehari Jelang Pilpres AS, Survei: Kamala Harris Kalahkan Donald Trump
Senin, 04 November 2024 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Dalam persaingan yang begitu ketat, bahkan kesalahan survei sistemik yang kecil dapat mengarahkan persaingan secara meyakinkan ke salah satu arah.
Namun, ada tanda-tanda bahwa para penentu yang terlambat mulai berpihak pada Harris. Di antara 8 persen pemilih yang mengatakan bahwa mereka baru saja memutuskan suara mereka, dia memenangkan kelompok tersebut dengan 55 persen berbanding 44 persen.
Sekitar 40 persen dari mereka yang disurvei oleh survei New York Times/Siena di tujuh negara bagian mengatakan bahwa mereka telah memberikan suara.
Harris memenangkan para pemilih tersebut dengan margin delapan poin persentase, menurut survei tersebut.
Trump memiliki keunggulan di antara pemilih yang mengatakan mereka sangat mungkin untuk memilih tetapi belum memberikan suaranya.
Menurut para ahli strategi di kedua kubu mengatakan persaingan kini imbang, yang menunjukkan persaingan yang semakin ketat di tiga negara bagian.
William Renfro, seorang mahasiswa jurusan kelistrikan dari Las Vegas yang bekerja sebagai barista paruh waktu, mengatakan bahwa dia menganggap dirinya seorang libertarian.
Namun, ada tanda-tanda bahwa para penentu yang terlambat mulai berpihak pada Harris. Di antara 8 persen pemilih yang mengatakan bahwa mereka baru saja memutuskan suara mereka, dia memenangkan kelompok tersebut dengan 55 persen berbanding 44 persen.
Sekitar 40 persen dari mereka yang disurvei oleh survei New York Times/Siena di tujuh negara bagian mengatakan bahwa mereka telah memberikan suara.
Harris memenangkan para pemilih tersebut dengan margin delapan poin persentase, menurut survei tersebut.
Trump memiliki keunggulan di antara pemilih yang mengatakan mereka sangat mungkin untuk memilih tetapi belum memberikan suaranya.
Menurut para ahli strategi di kedua kubu mengatakan persaingan kini imbang, yang menunjukkan persaingan yang semakin ketat di tiga negara bagian.
William Renfro, seorang mahasiswa jurusan kelistrikan dari Las Vegas yang bekerja sebagai barista paruh waktu, mengatakan bahwa dia menganggap dirinya seorang libertarian.
Lihat Juga :