Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Minggu, 03 November 2024 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 4 Kebijakan Jika Kamala Harris Memenangkan Pemilu Presiden AS
Pyongyang telah mengambil langkah-langkah untuk memutuskan hubungan antar-Korea, mendefinisikan ulang Korea Selatan sebagai negara musuh yang terpisah dan bermusuhan, sejak Kim Jong Un menyatakannya sebagai "musuh utama" awal tahun ini dan mengatakan penyatuan tidak mungkin lagi.
Korea Utara meledakkan beberapa ruas jalan dan jalur kereta api antar-Korea di sisinya di perbatasan yang dijaga ketat antara kedua Korea bulan lalu, dan citra satelit menunjukkan bahwa sejak saat itu mereka telah membangun parit besar di bekas persimpangan tersebut.
Melansir CNA, kedua Korea secara teknis masih berperang setelah perang mereka tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Kedua Korea juga telah berselisih mengenai balon-balon sampah yang diterbangkan sejak bulan Mei dari Korea Utara. Pyongyang mengatakan peluncuran tersebut merupakan respons terhadap balon yang dikirim oleh aktivis anti-rezim di Selatan.
Pyongyang telah mengambil langkah-langkah untuk memutuskan hubungan antar-Korea, mendefinisikan ulang Korea Selatan sebagai negara musuh yang terpisah dan bermusuhan, sejak Kim Jong Un menyatakannya sebagai "musuh utama" awal tahun ini dan mengatakan penyatuan tidak mungkin lagi.
Korea Utara meledakkan beberapa ruas jalan dan jalur kereta api antar-Korea di sisinya di perbatasan yang dijaga ketat antara kedua Korea bulan lalu, dan citra satelit menunjukkan bahwa sejak saat itu mereka telah membangun parit besar di bekas persimpangan tersebut.
Melansir CNA, kedua Korea secara teknis masih berperang setelah perang mereka tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Kedua Korea juga telah berselisih mengenai balon-balon sampah yang diterbangkan sejak bulan Mei dari Korea Utara. Pyongyang mengatakan peluncuran tersebut merupakan respons terhadap balon yang dikirim oleh aktivis anti-rezim di Selatan.
Lihat Juga :