7 Fakta UNRWA, Penyedia Bantuan Pengungsi Palestina yang Dilarang Israel Beroperasi

Jum'at, 01 November 2024 - 15:57 WIB
loading...
7 Fakta UNRWA, Penyedia...
Warga Palestina dan pekerja PBB memeriksa tenda dan tempat penampungan sementara yang hancur setelah serangan Israel menghantam UNRWA pada 15 Juli 2024. Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency
A A A
JALUR GAZA - Israel telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di Israel dan Yerusalem Timur yang diduduki.

Langkah keterlaluan itu memicu kecaman banyak pihak karena bisa menyebabkan rakyat Palestina yang hidup dalam pengungsian menderita kelaparan.

Para anggota parlemen Israel yang merancang undang-undang tersebut mengaitkan informasi keterlibatan sejumlah staf UNRWA dalam serangan 7 Oktober sebagai alasan dibuatnya RUU pelarangan operasi UNRWA.

Selain itu, Tel Aviv juga menuding ada beberapa staf badan PBB itu yang berstatus anggota Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.

Lebih jauh, apa itu sebenarnya UNRWA yang dikatakan sangat penting bagi pengungsi Palestina? Berikut sejumlah faktanya yang bisa diketahui.

Fakta UNRWA

1. Berdiri Tak Lama setelah Israel Muncul


UNRWA adalah singkatan dari United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East. Dalam bahasa Indonesia, biasa dikenali sebagai Badan PBB untuk Pengungsi Palestina.

Mengutip laman resminya, UNRWA didirikan berdasarkan Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 302 (IV) tanggal 8 Desember 1949.

Tujuannya untuk melaksanakan program bantuan langsung dan pekerjaan bagi para pengungsi Palestina yang menjadi korban perang tahun 1948 atau sejak pendirian negara Israel.

Jadi, setelah berdirinya Israel, terjadi huru-hara di wilayah Palestina. Waktu itu, diperkirakan sekitar 700.000 warga Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka di sana.

2. Mulai Beroperasi Pada 1950


Setelah mandat pembentukannya muncul, UNRWA mulai beroperasi pada 1 Mei 1950. Keberadaannya sendiri masih bertahan sampai sekarang karena belum ada solusi lanjutan untuk mengatasi masalah pengungsi Palestina.

Pada tugasnya, badan PBB ini mengoperasikan sekolah, pelayanan sosial, pusat kesehatan hingga distribusi bantuan makanan kepada pengungsi Palestina. Cakupannya sendiri tak hanya di Gaza, melainkan wilayah lainnya yang juga menampung pengungsi.

3. Badan PBB Khusus untuk Palestina


UNRWA dibentuk sebagai salah satu bentuk kepedulian PBB dalam menangani masalah pengungsi Palestina.

Hal ini karena badan tersebut ditujukan kepada satu kelompok pengungsi saja, yakni warga Palestina yang terdampak konflik.

Melihat ke belakang, UNRWA sendiri sudah banyak berkontribusi membantu pengungsi Palestina. Layanan-layanannya di Gaza telah meningkat pesat sejak 2005, tepatnya ketika Israel dan Mesir memberlakukan blokade yang menyebabkan keruntuhan ekonomi dan memunculkan salah satu tingkat pengangguran tertinggi di dunia.

4. Melayani Jutaan Pengungsi Palestina


Sekitar 70 tahun terakhir, Al Jazeera melaporkan ada sekitar enam juta warga Palestina yang mengandalkan dukungan UNRWA.

Hal ini termasuk 545.000 anak yang terdaftar di sekolah-sekolah UNRWA (tahun ajaran 2021-2022), bantuan Program Jaring Pengaman Sosial mencapai 398.044 penerima hingga 1,7 juta penerima bantuan kemanusiaan.

Selain bantuan untuk bertahan hidup, UNRWA juga berupaya menyediakan kesempatan kerja bagi para pengungsi di Palestina. Contohnya seperti melalui pelatihan perempuan dalam kerajinan tradisional, menjahit, merajut, dan menyulam.

5. Didanai Sumbangan Sukarela


UNRWA secara langsung menjadi badan PBB yang menangani masalah pengungsi Palestina. Adapun pendanaannya didanai hampir seluruhnya oleh sumbangan sukarela dari negara anggota PBB.

UNRWA juga menerima sebagian dana itu dari Anggaran Reguler PBB yang disisihkan dari biaya staf internasional. Hal ini yang membuat layanannya terus berjalan dan membantu banyak warga Palestina.

6. Stafnya Ikut Menjadi Korban


Tak bisa dipungkiri, tempat operasi UNRWA adalah zona konflik yang tentunya berbahaya. Maka dari itu, para staf yang bertugas juga berpotensi mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Reuters melaporkan setidaknya ada 220 staf UNRWA yang terbunuh sejak dimulainya konflik. Catatan mengerikan ini menjadikannya konflik paling mematikan yang pernah terjadi bagi karyawan PBB.

7. Sering Diancam Israel


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa ada sejumlah staf UNRWA yang terafiliasi dengan Hamas dan kelompok militan lain. Sebagian bahkan dituduh berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober.

Berdasarkan klaim itu, Israel meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang UNRWA beroperasi di Israel dan wilayah lain yang diduduki. Rancangan ini berpotensi mengurangi distribusi bantuan di seluruh Gaza yang dilanda perang.

Sebelum ini, pemerintah Israel telah lama menyerukan agar badan tersebut dibubarkan. Alasannya karena misinya dianggap sudah ketinggalan zaman dan menumbuhkan sentimen anti-Israel di antara stafnya.

Netanyahu bahkan sempat meminta Amerika Serikat, sekutu utama Israel dan donor terbesar lembaga tersebut, untuk menarik dukungannya.

Demikian ulasan mengenai sejumlah fakta UNRWA yang bisa diketahui.

Baca juga: Apakah Arab Saudi Ikut Normalisasi dengan Israel? Ini Perkembangan Terbarunya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved