Hendak Membelot, Puluhan Warga Korut Hilang setelah Ditangkap Polisi Rahasia
Kamis, 31 Oktober 2024 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Dari 113 orang tersebut, 80 persen atau 90 orang, ditangkap di dalam Korea Utara dan sisanya di China atau Rusia, dengan sekitar 30 persen menghilang sejak pemimpin Kim Jong-un berkuasa pada akhir tahun 2011.
Hampir 40 persen dari mereka hilang setelah tertangkap saat mencoba melarikan diri dari negara tersebut, sementara 26 persen bertanggung jawab atas kejahatan anggota keluarga lainnya. Hampir 9 persen dituduh berhubungan dengan orang-orang di Korea Selatan atau negara-negara lain.
Lebih dari 81 persen menghilang setelah dipindahkan dan ditahan oleh Kementerian Keamanan Negara (MSS), polisi rahasia Korea Utara yang dikenal sebagai "bowibu", menurut laporan TJWG yang dikutip Reuters.
Seorang narasumber yang membelot ke Korea Selatan pada tahun 2018 dari kota perbatasan China, Hyesan, mengatakan bahwa temannya ditangkap oleh MSS saat mencoba mengambil ponsel China yang disembunyikan di pegunungan, dan kini dikabarkan telah meninggal.
"Begitu (MSS) menemukan rekaman panggilan dengan Korea Selatan, hal itu dianggap sebagai pelanggaran serius," kata narasumber yang dikutip dalam laporan tersebut.
Kang Jeong-hyun, direktur proyek tersebut, mengatakan laporannya dimaksudkan untuk menggarisbawahi penghilangan paksa yang dilakukan oleh rezim Kim Jong-un sebagai kejahatan transnasional yang juga melibatkan China dan Rusia.
Hampir 40 persen dari mereka hilang setelah tertangkap saat mencoba melarikan diri dari negara tersebut, sementara 26 persen bertanggung jawab atas kejahatan anggota keluarga lainnya. Hampir 9 persen dituduh berhubungan dengan orang-orang di Korea Selatan atau negara-negara lain.
Lebih dari 81 persen menghilang setelah dipindahkan dan ditahan oleh Kementerian Keamanan Negara (MSS), polisi rahasia Korea Utara yang dikenal sebagai "bowibu", menurut laporan TJWG yang dikutip Reuters.
Seorang narasumber yang membelot ke Korea Selatan pada tahun 2018 dari kota perbatasan China, Hyesan, mengatakan bahwa temannya ditangkap oleh MSS saat mencoba mengambil ponsel China yang disembunyikan di pegunungan, dan kini dikabarkan telah meninggal.
"Begitu (MSS) menemukan rekaman panggilan dengan Korea Selatan, hal itu dianggap sebagai pelanggaran serius," kata narasumber yang dikutip dalam laporan tersebut.
Kang Jeong-hyun, direktur proyek tersebut, mengatakan laporannya dimaksudkan untuk menggarisbawahi penghilangan paksa yang dilakukan oleh rezim Kim Jong-un sebagai kejahatan transnasional yang juga melibatkan China dan Rusia.
Lihat Juga :