Tidak Seperti Hassan Nasrallah, Pemimpin Baru Hizbullah Justru Bukan dari Keturunan Nabi Muhammad, Kenapa?
Rabu, 30 Oktober 2024 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu mentor agama Qassem adalah Ayatollah Agung Mohammad Hussein Fadlallah yang sangat dihormati, dan Qassem sendiri telah mengajar kelas-kelas agama selama beberapa dekade di Beirut.
Pada tahun 1970-an, ia bergabung dengan Gerakan Orang-Orang yang Dirampas milik mendiang Imam Musa al-Sadr, yang akhirnya menjadi bagian dari Gerakan Amal di Lebanon.
Ia meninggalkan Amal dan membantu mendirikan Hizbullah pada tahun 1982, menjadi salah satu ulama pendiri kelompok tersebut.
Baca Juga: 3 Alasan Israel Mengalami Kekalahan Perang di Lebanon dan Gaza
Pada satu titik, ia mengawasi sebagian jaringan pendidikan Hizbullah dan juga terlibat dalam pengawasan kegiatan parlemen kelompok tersebut.
Ia telah memainkan peran penting dalam Hizbullah selama bertahun-tahun, dan juga merupakan anggota Dewan Syura kelompok tersebut.
Ia terkenal karena menerbitkan sebuah buku berjudul, Hizbullah, the Story from Within, pada tahun 2005, yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.
Qassem adalah wajah yang sudah dikenal dan telah memberikan banyak wawancara. Ia berbicara kepada para pengikut Hizbullah setelah pembunuhan Nasrallah.
Pada tahun 1970-an, ia bergabung dengan Gerakan Orang-Orang yang Dirampas milik mendiang Imam Musa al-Sadr, yang akhirnya menjadi bagian dari Gerakan Amal di Lebanon.
Ia meninggalkan Amal dan membantu mendirikan Hizbullah pada tahun 1982, menjadi salah satu ulama pendiri kelompok tersebut.
Baca Juga: 3 Alasan Israel Mengalami Kekalahan Perang di Lebanon dan Gaza
3. Memiliki Peran di Hizbullah yang Dirahasiakan
Apa perannya di Hizbullah? Sifat rahasia Hizbullah berarti hanya beberapa peran Qassem yang diketahui publik.Pada satu titik, ia mengawasi sebagian jaringan pendidikan Hizbullah dan juga terlibat dalam pengawasan kegiatan parlemen kelompok tersebut.
Ia telah memainkan peran penting dalam Hizbullah selama bertahun-tahun, dan juga merupakan anggota Dewan Syura kelompok tersebut.
Ia terkenal karena menerbitkan sebuah buku berjudul, Hizbullah, the Story from Within, pada tahun 2005, yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.
4. Menentukan Masa Depan Hizbullah
Setelah pembunuhan Nasrallah, beberapa pihak berspekulasi bahwa Dewan Syura Hizbullah mungkin akan menunggu hingga perang Israel di Lebanon berakhir untuk memilih pemimpin baru, tetapi Qassem dipilih di tengah perang yang dapat membentuk masa depan kelompok tersebut.Qassem adalah wajah yang sudah dikenal dan telah memberikan banyak wawancara. Ia berbicara kepada para pengikut Hizbullah setelah pembunuhan Nasrallah.
5. Pemimpin Hizbullah yang Bukan dari Keturunan Nabi Muhammad
Ia mengenakan sorban putih, tidak seperti Nasrallah dan Safieddine yang sorban hitamnya menandakan keturunan dari sang nabi.Lihat Juga :