Indonesia Gabung BRICS Bukan Memihak Salah Satu Blok, Ini Penjelasan Menlu Sugiono
Minggu, 27 Oktober 2024 - 09:17 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Sugiono tegaskan gabungnya Indonesia ke BRICS sebagai negara mitra, bukan bermaksud memihak salah satu kubu. Foto/Kementerian Luar Negeri RI
A
A
A
JAKARTA - Indonesia telah bergabung dengan BRICS dengan status sebagai negara mitra, belum anggota penuh.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan masuknya Indonesia dalam kelompok ekonomi itu bukan langkah untuk memihak salah satu blok yang berseteru di dunia.
"Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif," katanya dalam sebuah pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Minggu (27/10/2024).
“Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” imbuh diplomat top Indonesia yang pernah menjadi tentara pasukan khusus tersebut.
Baca Juga: Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS, Susul 3 Negara ASEAN Lainnya
BRICS telah mengumumkan bahwa 13 negara telah ditambahkan ke dalam aliansinya sebagai negara mitra. Ke-13 negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Aljazair, Belarusia, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Nigeria, Turki, Uganda, dan Uzbekistan.
BRICS pada awalnya didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, sementara Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA ) menjadi anggota BRICS tahun ini.
Aliansi ekonomi ini dipandang banyak pihak sebagai pesaing blok G7 atau negara kelompok tujuh yang didominasi Amerika Serikat dan sekutunya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan masuknya Indonesia dalam kelompok ekonomi itu bukan langkah untuk memihak salah satu blok yang berseteru di dunia.
"Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif," katanya dalam sebuah pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Minggu (27/10/2024).
“Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” imbuh diplomat top Indonesia yang pernah menjadi tentara pasukan khusus tersebut.
Baca Juga: Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS, Susul 3 Negara ASEAN Lainnya
BRICS telah mengumumkan bahwa 13 negara telah ditambahkan ke dalam aliansinya sebagai negara mitra. Ke-13 negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Aljazair, Belarusia, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Nigeria, Turki, Uganda, dan Uzbekistan.
BRICS pada awalnya didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, sementara Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA ) menjadi anggota BRICS tahun ini.
Aliansi ekonomi ini dipandang banyak pihak sebagai pesaing blok G7 atau negara kelompok tujuh yang didominasi Amerika Serikat dan sekutunya.
Lihat Juga :