Joe Biden Tahu Rencana Serangan Israel ke Iran, Teheran Ancam AS

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 18:35 WIB
loading...
Joe Biden Tahu Rencana...
Iran mengancam AS jika membantu Israel menyerang teheran. Foto/Press TV
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin diderita Iran jika mendukung serangan Israel yang diantisipasi.

Melansir Anadolu, pernyataan Araghchi muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengakui bahwa dia mengetahui rencana Israel tentang waktu dan sifat kemungkinan pembalasan terhadap Iran atas serangan rudal terhadap Israel awal bulan ini.

Menteri Iran menulis di X bahwa siapa pun yang memiliki pengetahuan atau keterlibatan dalam memfasilitasi serangan semacam itu oleh Israel akan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi di Iran.

Garda Revolusi Iran melancarkan serangan rudal terhadap Israel pada 1 Oktober, sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan Brigadir Jenderal Iran Abbas Nilforoushan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa Iran telah melakukan kesalahan serius dan akan menghadapi akibat atas serangan tersebut.

Biden mengonfirmasi bahwa ia memiliki informasi tentang potensi serangan Israel terhadap Iran, meskipun ia menahan diri untuk tidak memberikan rincian lebih lanjut pada konferensi pers di Jerman.

Sebelumnya, Iran mengutuk keras serangan udara gabungan AS-Inggris terhadap Yaman di tengah dukungan militer dan politik mereka terhadap Israel, dengan mengatakan bahwa serangan itu membuktikan keterlibatan kedua negara dalam kekejaman rezim Zionis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan serangan Kamis dini hari terhadap San'an dan Sa'ada merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan aturan hukum internasional tentang larangan penggunaan kekuatan dan penghormatan terhadap integritas teritorial negara-negara.

"Tindakan agresif dan gegabah AS dan Inggris terhadap rakyat Yaman yang tertindas dan pemberani ini merupakan partisipasi berbahaya kedua negara ini dalam eskalasi ketidakamanan dan ketegangan di kawasan Asia Barat, yang mendorong rezim Israel untuk melanjutkan genosida dan hasutan perang," katanya, dilansir Press TV.

Baca Juga: Gagal Ciptakan Perdamaian, PBB Tak Bisa Cegah Perang Dunia III

Baghaei memuji "dukungan terhormat" dari Yaman bagi bangsa Palestina dan Lebanon yang tertindas, dengan mengatakan serangan AS dan Inggris terhadap Yaman dan penghancuran infrastruktur penting negara itu tidak dapat merusak solidaritas bangsa dengan front perlawanan Palestina dan Lebanon.

Pesawat tempur AS dan Inggris mengebom ibu kota Sana'a dan beberapa daerah lainnya, dengan Pentagon mengatakan bahwa mereka menggunakan "pesawat pembom siluman B-2 untuk pertama kalinya dalam serangan udara di Yaman".

Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Abul-Malik al-Houthi mengatakan pada Kamis malam bahwa serangan itu tidak akan menghalangi Yaman untuk melanjutkan operasinya melawan Israel dan sekutunya dalam mendukung bangsa Palestina dan Lebanon.

Orang-orang Yaman telah menyatakan dukungan terbuka mereka untuk perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel sejak rezim tersebut melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Angkatan bersenjata Yaman mengatakan mereka tidak akan menghentikan serangan mereka sampai serangan darat dan udara Israel yang tak henti-hentinya di Gaza berakhir.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved