Israel Incar Situs Militer Iran, Kenapa Bukan Nuklir dan Minyak Teheran?
Selasa, 15 Oktober 2024 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Pentagon mengumumkan pada hari Minggu bahwa baterai sistem pertahanan rudal THAAD akan ditempatkan di Israel untuk memperkuat pertahanan udara Zionis terhadap potensi serangan rudal balistik Iran ketika militer Zionis bersiap menyerang Teheran.
"Atas arahan Presiden, Menteri [Pertahanan Lloyd] Austin mengesahkan pengerahan baterai Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) dan awak personel militer AS ke Israel untuk membantu memperkuat pertahanan udara Israel setelah serangan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 13 April dan sekali lagi pada 1 Oktober," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Sejak serangan rudal 1 Oktober, Iran tampaknya mengisyaratkan upayanya untuk menghindari perang habis-habisan dengan Israel.
"Kami tidak mencari perang, meskipun kami sepenuhnya siap untuk itu. Kami percaya bahwa diplomasi harus bekerja untuk mencegah krisis besar di kawasan itu," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama tur regionalnya yang membawanya ke Lebanon, Irak, dan Oman.
Namun, dia mengakhiri lawatannya di Muscat dengan konferensi pers yang menyatakan: "Iran tidak melihat dasar untuk [melanjutkan] perundingan tidak langsung dengan AS hingga krisis saat ini terselesaikan."
Beberapa pengamat, termasuk mantan anggota Parlemen senior Heshmatollah Falahatpisheh dan jurnalis kawakan Mohammad Aghazadeh, meyakini pernyataan Araghchi di akhir upaya diplomatiknya yang ekstensif menandakan "kegagalan diplomasi", dan mengindikasikan bahwa "tidak ada pilihan lain selain perang."
"Atas arahan Presiden, Menteri [Pertahanan Lloyd] Austin mengesahkan pengerahan baterai Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) dan awak personel militer AS ke Israel untuk membantu memperkuat pertahanan udara Israel setelah serangan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 13 April dan sekali lagi pada 1 Oktober," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Diplomasi Iran-AS Gagal
Sejak serangan rudal 1 Oktober, Iran tampaknya mengisyaratkan upayanya untuk menghindari perang habis-habisan dengan Israel.
"Kami tidak mencari perang, meskipun kami sepenuhnya siap untuk itu. Kami percaya bahwa diplomasi harus bekerja untuk mencegah krisis besar di kawasan itu," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama tur regionalnya yang membawanya ke Lebanon, Irak, dan Oman.
Namun, dia mengakhiri lawatannya di Muscat dengan konferensi pers yang menyatakan: "Iran tidak melihat dasar untuk [melanjutkan] perundingan tidak langsung dengan AS hingga krisis saat ini terselesaikan."
Beberapa pengamat, termasuk mantan anggota Parlemen senior Heshmatollah Falahatpisheh dan jurnalis kawakan Mohammad Aghazadeh, meyakini pernyataan Araghchi di akhir upaya diplomatiknya yang ekstensif menandakan "kegagalan diplomasi", dan mengindikasikan bahwa "tidak ada pilihan lain selain perang."
(mas)
Lihat Juga :