Terungkap! Serangan Rudal Iran Merusak 10 Lokasi Israel, Kerugian Rp827 Miliar
Senin, 14 Oktober 2024 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Menurut surat kabar itu, meski ada sekitar 10 lokasi yang rusak, tidak ada korban jiwa di antara warga Israel.
Satu-satunya korban tewas adalah warga Palestina di dekat kota Jericho di Tepi Barat akibat terkena pecahan peluru dari rudal pencegat yang ditembakkan sistem pertahanan udara Israel.
Pemerintah maupun militer Zionis Israel telah menutup-nutupi dampak kerugian akibat serangan rudal Iran tersebut, termasuk memberlakukan sensor ketat terhadap media.
Israel telah menangkap dan mengadili Jeremy Loffredo (28), jurnalis independen asal AS, karena melaporkan beberapa pangkalan udara Zionis yang terkena serangan rudal Iran. Salah satu situs yang dilaporkan adalah Pangkalan Udara Nevatim, markas jet tempur siluman F-35.
Loffredo diadili atas tuduhan membahayakan keamanan nasional negara Yahudi tersebut dengan menganggap laporannya telah membantu musuh.
Iran telah menembakkan lebih 180 rudal ke Israel pada 1 Oktober, yang dikatakannya sebagai pembalasan atas pembunuhan terhadap pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, kepala Hizbullah Hassan Nasrallah, dan seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam.
Satu-satunya korban tewas adalah warga Palestina di dekat kota Jericho di Tepi Barat akibat terkena pecahan peluru dari rudal pencegat yang ditembakkan sistem pertahanan udara Israel.
Pemerintah maupun militer Zionis Israel telah menutup-nutupi dampak kerugian akibat serangan rudal Iran tersebut, termasuk memberlakukan sensor ketat terhadap media.
Israel telah menangkap dan mengadili Jeremy Loffredo (28), jurnalis independen asal AS, karena melaporkan beberapa pangkalan udara Zionis yang terkena serangan rudal Iran. Salah satu situs yang dilaporkan adalah Pangkalan Udara Nevatim, markas jet tempur siluman F-35.
Loffredo diadili atas tuduhan membahayakan keamanan nasional negara Yahudi tersebut dengan menganggap laporannya telah membantu musuh.
Iran telah menembakkan lebih 180 rudal ke Israel pada 1 Oktober, yang dikatakannya sebagai pembalasan atas pembunuhan terhadap pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, kepala Hizbullah Hassan Nasrallah, dan seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam.
Lihat Juga :