Hamas Awalnya Berencana Menyerang Israel pada Maret hingga Juni 2022, tapi Ditunda
Minggu, 13 Oktober 2024 - 16:04 WIB
loading...
Hamas sebenarnya sudah merencanakan serangan Israel sejak Maret 2022. Foto/Al Manar
A
A
A
GAZA - Media Amerika Serikat (AS) mengklaim dengan mengutip dokumen bahwa gerakan Palestina Hamas telah merencanakan untuk melakukan serangan besar terhadap Israel pada musim gugur 2022 atau sekitar bulan Maret hingga Juni.
Tapi, Hamas menunda serangan tersebut untuk diduga meminta dukungan dari Iran dan gerakan Lebanon Hizbullah.
Publikasi tersebut mengutip risalah pertemuan rahasia pimpinan Hamas yang telah diperolehnya untuk mendukung klaimnya.
Pada saat yang sama, misi Iran untuk PBB sebelumnya menyatakan bahwa Teheran tidak terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel. Gerakan Hizbullah bergabung dengan Hamas sekitar sebulan kemudian.
"Sementara pejabat Hamas yang ditempatkan di Doha sendiri telah menyatakan bahwa mereka juga tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang operasi tersebut dan bahwa semua perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengarahan semata-mata dilaksanakan oleh sayap militer Hamas yang bermarkas di Gaza, setiap klaim yang mencoba menghubungkannya dengan Iran atau Hizbullah—baik sebagian atau seluruhnya—tidak dapat dipercaya dan berasal dari dokumen yang dibuat-buat," kata misi tersebut dalam sebuah pernyataan.
Tapi, Hamas menunda serangan tersebut untuk diduga meminta dukungan dari Iran dan gerakan Lebanon Hizbullah.
Publikasi tersebut mengutip risalah pertemuan rahasia pimpinan Hamas yang telah diperolehnya untuk mendukung klaimnya.
Pada saat yang sama, misi Iran untuk PBB sebelumnya menyatakan bahwa Teheran tidak terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel. Gerakan Hizbullah bergabung dengan Hamas sekitar sebulan kemudian.
"Sementara pejabat Hamas yang ditempatkan di Doha sendiri telah menyatakan bahwa mereka juga tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang operasi tersebut dan bahwa semua perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengarahan semata-mata dilaksanakan oleh sayap militer Hamas yang bermarkas di Gaza, setiap klaim yang mencoba menghubungkannya dengan Iran atau Hizbullah—baik sebagian atau seluruhnya—tidak dapat dipercaya dan berasal dari dokumen yang dibuat-buat," kata misi tersebut dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :