7 Alasan Para Pemimpin Dunia Kerap Menggaungkan Perang Dunia III

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 21:10 WIB
loading...
A A A
John E. Herbst, mantan duta besar untuk Ukraina yang sekarang menjadi direktur senior Pusat Eurasia Dewan Atlantik, menyarankan pemerintahan Biden harus lebih berhati-hati dengan pilihan katanya. "Tidak salah, dalam konsultasi pemerintah yang bersifat pribadi, untuk mengatakan, 'Kami jelas tidak menginginkan Perang Dunia III,'" katanya. "Namun pada saat yang sama, kita seharusnya mengatakan, 'Kami memiliki kepentingan vital dalam perang ini, kami harus memastikan kepentingan vital tersebut terjamin.'"

Hanya sedikit pakar yang menganggap kekhawatiran tentang Perang Dunia III berarti kita berada di ambang krisis semacam itu. Meskipun ada ketidaksepakatan tentang apa yang dimaksud dengan perang dunia, perang dunia umumnya melibatkan dua blok kekuatan besar negara yang berjuang untuk mendominasi, dengan banyak negara di masing-masing pihak saling mengangkat senjata di lebih dari satu medan.

Pada bulan September 1939, TIME mungkin menjadi yang pertama menjuluki konflik yang dimulai bulan itu sebagai "Perang Dunia II," tetapi yang lain telah meramalkan bahwa perang dunia mungkin akan meletus. Pada tahun 2015, P.W. Singer dan August Cole, dua penulis dengan latar belakang keamanan nasional, berspekulasi dalam sebuah esai di TIME tentang seperti apa perang dunia ketiga, meramalkan bahwa "perampasan tanah Rusia di Ukraina" dan meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok dapat menyebabkan pertempuran global lain yang terjadi di luar angkasa dan dunia maya.

5. Banyak Negara Memiliki Senjata Nuklir

Untuk saat ini, pertempuran yang sedang berlangsung tampaknya tidak meningkat ke tingkat perang dunia lainnya, kata para ahli.

"Saya belum melihat cukup keterkaitan antara krisis dan konflik untuk memiliki kekhawatiran seperti itu saat ini," kata Michael E. O'Hanlon, seorang peneliti senior di Brookings Institution dan direktur penelitiannya dalam kebijakan luar negeri, dilansir TIME.

Winter mencatat bahwa karena senjata nuklir sangat erat kaitannya dengan Perang Dunia II, banyak orang mungkin mengaitkannya dengan para pemain dalam konflik Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas. Rusia memiliki senjata nuklir, Israel diduga memilikinya, dan Iran, yang mendukung kelompok-kelompok yang telah bertempur dengan pasukan AS dalam beberapa minggu terakhir, memiliki program nuklirnya sendiri.

Namun, bahkan jenis respons internasional yang mungkin timbul dari serangan nuklir tidak serta-merta akan meningkatkan keadaan dunia menjadi perang dunia, kata para ahli. Yang lebih mungkin, menurut mereka, adalah perang antara NATO dan Rusia, tetapi semua orang yang berbicara kepada TIME ragu-ragu untuk menyebut konflik potensial itu sebagai perang dunia.

6. Rusia Jadi Penentu

Meskipun demikian, dalam beberapa bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu, sekutu Kremlin sering kali menyatakan bahwa Perang Dunia III telah dimulai. Sejak saat itu, mereka secara berkala memperingatkan bahwa perang dunia sudah dekat.

“Ini adalah strategi informasi Kremlin untuk menekankan risiko perang bagi Barat dan mencoba menggunakannya sebagai cara untuk mengurangi dukungan bagi Ukraina,” kata Bryan Frederick, ilmuwan politik senior di RAND Corporation.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved