Para Pilot Israel yang Bunuh Nasrallah Takut Dituntut dalam Kejahatan Perang

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 19:45 WIB
loading...
A A A

Cinta untuk Israel


Levine menjelaskan, “Tidak seorang pun di Israel boleh meragukan cinta mereka untuk negara, kesediaan mereka untuk mengorbankan hidup mereka, dan bahkan mempertaruhkan hidup mereka untuk misi dekat dan jauh, saya pikir operasi ini menggarisbawahi hal itu.”

Levine mengatakan skuadron itu terus beroperasi “secara intensif dan signifikan” di Gaza, tempat serangan udara awal pekan ini menghantam gedung-gedung sekolah dan panti asuhan yang menampung orang-orang terlantar, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

“Selama 11 bulan, mereka telah bersiaga, terbang sepanjang waktu, dan mereka akan terus melakukannya selama perang berlangsung,” ujar Levine.

Peringatan bahwa reformasi yang merusak independensi sistem peradilan dapat menyebabkan penuntutan personel militer di pengadilan internasional juga terdengar dalam sidang komite Knesset pada Februari 2023.

Gilad Noam, wakil jaksa agung Israel, mengatakan kepada komite konstitusi parlemen bahwa pengadilan tinggi telah berfungsi sebagai "kubah besi" yang melindungi tentara dan pejabat dari potensi pengawasan.

Berdasarkan aturannya sendiri, yurisdiksi ICC hanya mencakup kasus-kasus yang dianggap bahwa sistem peradilan negara itu sendiri telah gagal atau tidak dapat menyelidiki dugaan pelanggaran dengan benar.

Ketika ditanya tentang konsekuensi reformasi bagi tentara Israel, Noam mengatakan, "Prestise pengadilan tinggi, dan sistem peradilan Israel secara keseluruhan, telah membantu kami dalam menangani inisiatif untuk mengajukan tuntutan terhadap Israel dan para pemimpinnya di Pengadilan Pidana di Den Haag."

Kekhawatiran serupa juga disuarakan organisasi-organisasi protes, yang menggambarkan sistem peradilan Israel sebagai "rompi antipeluru bagi perwira IDF terhadap hukum internasional".

Setelah Knesset meloloskan gelombang pertama reformasi peradilan pada Juli 2023, termasuk undang-undang yang disebut “kewajaran” yang mencabut kewenangan pengadilan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan pemerintah, setidaknya 10.000 anggota cadangan menyatakan niat mereka untuk menangguhkan tugas mereka sebagai bentuk protes.

"Kurangnya sekitar 250 pilot tempur membuat Israel tidak kompeten, itu membuat saya takut," ujar seorang prajurit cadangan, yang berbicara kepada Middle East Eye saat itu dengan syarat anonim.

Tuhan Semua Orang


Undang-undang kewajaran dibatalkan oleh Mahkamah Agung Israel pada bulan Januari.

Orly Noy, kepala organisasi hak asasi manusia Israel B'tselem, mengatakan kepada MEE bahwa dorongan awal di balik demonstrasi massa tersebut adalah keinginan banyak orang untuk mempertahankan "demokrasi struktural" Israel guna melindungi hak dan keistimewaan yang diberikan oleh sistem tersebut kepada warga negara Yahudi di negara tersebut.

Namun, menghadirkan pengadilan Israel sebagai perisai yang melindungi tentara dari pengadilan internasional merupakan cara yang efektif untuk memperluas dukungan bagi gerakan protes, menurut dia.

"Tentara adalah Tuhan semua orang di Israel, jadi tidak kontroversial untuk menyatukan sebanyak mungkin orang di sekitarnya," papar Noy.

“Tentu saja, setelah perang di Gaza, hal itu menjadi hal yang sangat nyata dan dikatakan secara eksplisit oleh para pemimpin protes bahwa sekarang Mahkamah Agung secara harfiah adalah perisai untuk melindungi tentara Israel,” ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved