Ayatollah Khamenei Sentil AS dan Eropa setelah 180 Rudal Iran Serang Israel
Kamis, 03 Oktober 2024 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Media Israel, KAN, melaporkan bahwa Kabinet Keamanan Israel telah memutuskan respons yang sulit atau keras, tetapi belum menyelesaikan rencananya, di mana ada spekulasi bahwa Israel dapat menargetkan fasilitas nuklir Iran atau ladang minyaknya.
Iran telah berjanji untuk menanggapi setiap tindakan balasan oleh Israel atau AS, sementara pejabat Amerika sendiri memperingatkan Teheran bahwa akan ada konsekuensi atas apa yang disebut Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan sebagai “eskalasi serius".
PM Netanyahu mengeklaim Israel akan menjadi pemenang perang. "Kita sedang dalam panasnya perang yang melelahkan melawan poros kejahatan Iran, yang bertujuan untuk menghancurkan kita. Itu tidak akan terjadi, karena kita akan berdiri bersama, dan dengan pertolongan Tuhan, kita akan muncul sebagai pemenang bersama," katanya, seperti dikutip Jerusalem Post, Kamis (3/10/2024).
Pejabat Israel telah memberi tahu rekan-rekan AS-nya bahwa mereka masih menyelesaikan target, waktu, dan cara untuk menanggapi serangan rudal Iran, menurut sumber di Washington yang mengetahui diskusi tersebut.
Israel mungkin tidak merasa perlu untuk segera membalas, mengingat keberhasilannya dalam menggagalkan serangan Iran. Namun, tampaknya tidak akan menunggu lama karena khawatir tindakan balasan akan kehilangan efektivitasnya sebagai pencegah jika ditunda, imbuh sumber AS tersebut.
Sumber itu melanjutkan, tidak seperti setelah serangan Iran pada bulan April, AS tidak mendesak Israel untuk menahan diri dari pembalasan tetapi ingin Israel mempertimbangkan dengan saksama konsekuensi potensial terlebih dahulu.
Presiden AS Joe Biden tidak mendukung serangan balasan Israel terhadap serangan nuklir Iran tetapi telah berusaha keras untuk membangun konsensus internasional yang luas untuk menanggapi serangan rudal Iran.
Iran telah berjanji untuk menanggapi setiap tindakan balasan oleh Israel atau AS, sementara pejabat Amerika sendiri memperingatkan Teheran bahwa akan ada konsekuensi atas apa yang disebut Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan sebagai “eskalasi serius".
PM Netanyahu mengeklaim Israel akan menjadi pemenang perang. "Kita sedang dalam panasnya perang yang melelahkan melawan poros kejahatan Iran, yang bertujuan untuk menghancurkan kita. Itu tidak akan terjadi, karena kita akan berdiri bersama, dan dengan pertolongan Tuhan, kita akan muncul sebagai pemenang bersama," katanya, seperti dikutip Jerusalem Post, Kamis (3/10/2024).
Pejabat Israel telah memberi tahu rekan-rekan AS-nya bahwa mereka masih menyelesaikan target, waktu, dan cara untuk menanggapi serangan rudal Iran, menurut sumber di Washington yang mengetahui diskusi tersebut.
Israel mungkin tidak merasa perlu untuk segera membalas, mengingat keberhasilannya dalam menggagalkan serangan Iran. Namun, tampaknya tidak akan menunggu lama karena khawatir tindakan balasan akan kehilangan efektivitasnya sebagai pencegah jika ditunda, imbuh sumber AS tersebut.
Sumber itu melanjutkan, tidak seperti setelah serangan Iran pada bulan April, AS tidak mendesak Israel untuk menahan diri dari pembalasan tetapi ingin Israel mempertimbangkan dengan saksama konsekuensi potensial terlebih dahulu.
Presiden AS Joe Biden tidak mendukung serangan balasan Israel terhadap serangan nuklir Iran tetapi telah berusaha keras untuk membangun konsensus internasional yang luas untuk menanggapi serangan rudal Iran.
Lihat Juga :