Ayatollah Khamenei Sentil AS dan Eropa setelah 180 Rudal Iran Serang Israel
Kamis, 03 Oktober 2024 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kami akan membahas dengan Israel apa yang akan mereka lakukan, tetapi ketujuh dari kami (negara G7) setuju bahwa mereka memiliki hak untuk menanggapi tetapi mereka harus menanggapi secara proporsional," kata Biden kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One.
Dia mengatakan akan segera berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetapi tidak memberikan jadwal untuk panggilan telepon tersebut.
“Iran salah besar,” katanya. “Akan ada beberapa sanksi yang dijatuhkan pada Iran,” tegasnya.
Namun ketika ditanya apakah dia akan mendukung serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, Biden berkata: “Tidak.”
Sebelumnya Biden bergabung dalam perbincangan dengan negara-negara G7—AS, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris—mengenai krisis Israel-Iran karena perang proksi antara kedua musuh bebuyutan itu mengancam akan meluas menjadi konflik regional yang lebih besar.
"Mereka membahas serangan Iran yang tidak dapat diterima terhadap Israel dan perlunya tanggapan terkoordinasi, termasuk sanksi tambahan terhadap Iran," kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan di Air Force One.
Dia mengatakan akan segera berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetapi tidak memberikan jadwal untuk panggilan telepon tersebut.
“Iran salah besar,” katanya. “Akan ada beberapa sanksi yang dijatuhkan pada Iran,” tegasnya.
Namun ketika ditanya apakah dia akan mendukung serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, Biden berkata: “Tidak.”
Sebelumnya Biden bergabung dalam perbincangan dengan negara-negara G7—AS, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris—mengenai krisis Israel-Iran karena perang proksi antara kedua musuh bebuyutan itu mengancam akan meluas menjadi konflik regional yang lebih besar.
"Mereka membahas serangan Iran yang tidak dapat diterima terhadap Israel dan perlunya tanggapan terkoordinasi, termasuk sanksi tambahan terhadap Iran," kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan di Air Force One.
(mas)
Lihat Juga :