7 Pemimpin Hizbullah Tewas Dibunuh Israel, dari Komandan Lapangan hingga Pemimpin Tertinggi

Kamis, 03 Oktober 2024 - 13:01 WIB
loading...
7 Pemimpin Hizbullah...
Pemimpin Hizbullah kerap menjadi target pembunuhan Israel. Foto/Press TV
A A A
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah adalah pemimpin perlawanan Lebanon yang dibunuh oleh rezim Israel sejak peluncuran Operasi Banjir Al-Aqsa Oktober lalu.

Pemimpin karismatik gerakan perlawanan Hizbullah itu dibunuh dalam serangan mematikan yang menargetkan bangunan tempat tinggal di pinggiran selatan Beirut pada hari Jumat.

Gerakan perlawanan Lebanon mengonfirmasi pembunuhannya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, yang menuai kecaman luas di seluruh dunia.

Sebelum Nasrallah, banyak komandan Hizbullah berpangkat tinggi lainnya juga dibunuh dalam beberapa bulan terakhir di jalan menuju al-Quds oleh rezim apartheid Israel.

7 Pemimpin Hizbullah Tewas Dibunuh Israel, dari Komandan Lapangan hingga Pemimpin Tertinggi

1. Ibrahim Aqil (20 September):

Jet tempur Israel menargetkan daerah permukiman di pinggiran selatan Beirut pada tanggal 20 September, menewaskan salah satu komandan tertinggi gerakan perlawanan Hizbullah.

Ibrahim Aqil, seorang pemimpin Hizbullah yang terkenal lahir pada tanggal 24 Desember 1962, di Bednayel, sebuah permukiman di distrik Baalbek di Lembah Beqaa di Lebanon timur laut.

Pada awal tahun 1980-an, ia merupakan salah satu pendiri gerakan Islam di Beirut. Setelah invasi Lebanon oleh rezim Israel pada tahun 1982, Aqil mempelopori berbagai pertempuran dan operasi heroik melawan entitas pendudukan yang akhirnya mengakibatkan kekalahan dan penarikan pasukan yang memalukan.

Ia mengambil alih pelatihan pusat Hizbullah pada awal tahun 1990-an, memainkan peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia perlawanan. Setelah itu, ia diangkat menjadi kepala staf untuk Perlawanan Islam.

Dari tahun 1997 hingga kemenangan perang terakhir pada tahun 2000, ia memimpin beberapa operasi penting di Jabal Amel, sebuah wilayah dari Lembah Hula hingga Laut Mediterania di Lebanon selatan.

Pada tahun 2006, ia memainkan peran penting dalam perang melawan rezim Israel, yang membuat Hizbullah kembali menang setelah satu bulan pertempuran sengit.

Pada tahun 2008, ia mendirikan Pasukan Radwan, sebuah unit yang dinamai menurut komandan Hizbullah yang terkenal, Imad Mughniyeh, dan berasal dari pasukan khusus Hizbullah sebelumnya.

2. Ahmad Mahmoud Wehbe (20 September)

Dalam serangan yang sama yang menyebabkan terbunuhnya Aqil, rezim Israel juga membunuh komandan senior Hizbullah, Ahmad Mahmoud Wehbe alias ‘Hajj Abu Hussein Samir’.

Wehbe lahir di desa Adloun di Lebanon selatan pada tahun 1964 dan bergabung dengan front perlawanan di Lebanon saat front tersebut terbentuk, memainkan peran kunci dalam operasi melawan rezim Israel.

Pada tahun 1984, ia ditangkap oleh pendudukan Israel tetapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Pada tahun 1997, Wehbe berada di garis depan sebagai komandan lapangan dalam penyergapan Ansariya.

Komandan yang terbunuh itu juga memegang beberapa posisi kepemimpinan penting di unit pelatihan pusat Hizbullah hingga tahun 2007, ketika ia ditunjuk untuk bertanggung jawab atas pelatihan militer di Pasukan Radwan.

Ia juga merupakan salah satu pemimpin perlawanan utama yang menghadapi kelompok teroris ekstremis di perbatasan timur Lebanon dan di banyak provinsi Suriah.

Sebelum mati syahid, ia memainkan peran kunci dalam operasi militer Pasukan Radwan bersama Aqil.

3. Fuad Shukr (30 Juli)

Seorang komandan militer Hizbullah berpangkat tinggi, Fuad Shukr dibunuh dalam serangan udara Israel pada tanggal 30 Juli di pinggiran selatan Beirut, menjadi pemimpin perlawanan terkemuka pertama yang menjadi martir sejak peristiwa 7 Oktober tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved