Sekutu PM Israel: Yordania Berikutnya setelah Lebanon
Selasa, 01 Oktober 2024 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
"Saya ingin memberi tahu Anda... mengapa kita semua picik. Karena kita melihat Lebanon hari ini, dalam 15 tahun ke depan Yordania akan menjadi negara berikutnya yang akan menjadi tempat orang-orang Iran memiliki kepentingan," kata Mizrachi.
"Oleh karena itu, Lebanon harus ditangani dengan keras dan kepala ularnya harus dipukul. Iran harus dipukul dengan bom elektromagnetik—bom taktis termasuk bom atom—bukan untuk melukai orang tetapi untuk menyerang fasilitas mereka. Ini mungkin dan kami memiliki kemampuan," paparnya.
Yordania dan Israel menandatangani perjanjian damai pada tahun 1994, dan meskipun hubungan diplomatik mereka terus berlanjut, hubungan menjadi lebih tegang setelah perang Israel yang membabi buta di Gaza dan tindakan Zionis di Lebanon.
Sebagian besar warga negara Yordania berasal dari Palestina dan telah terjadi protes rutin terhadap perang Gaza di luar Kedutaan Besar Israel di Amman.
Pada 8 September, seorang pengemudi truk Yordania menembaki penjaga keamanan Israel di perbatasan Raja Hussein antara Yordania dan Tepi Barat, menewaskan tiga dari mereka.
Sejak itu, Israel telah menewaskan ratusan warga sipil lainnya di Gaza, melanjutkan serangannya di Tepi Barat, dan mengancam akan melakukan invasi darat ke Lebanon selatan—yang benar-benar dilakukan mulai hari ini.
Segera setelah Mizrachi memberikan komentarnya mengenai Yordania, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada konferensi pers bahwa negara-negara Arab dan Muslim akan menjamin keamanan Israel jika setuju untuk mendirikan Negara Palestina di Tepi Barat dan Gaza, berdasarkan perbatasan tahun 1967.
"Oleh karena itu, Lebanon harus ditangani dengan keras dan kepala ularnya harus dipukul. Iran harus dipukul dengan bom elektromagnetik—bom taktis termasuk bom atom—bukan untuk melukai orang tetapi untuk menyerang fasilitas mereka. Ini mungkin dan kami memiliki kemampuan," paparnya.
Yordania dan Israel menandatangani perjanjian damai pada tahun 1994, dan meskipun hubungan diplomatik mereka terus berlanjut, hubungan menjadi lebih tegang setelah perang Israel yang membabi buta di Gaza dan tindakan Zionis di Lebanon.
Sebagian besar warga negara Yordania berasal dari Palestina dan telah terjadi protes rutin terhadap perang Gaza di luar Kedutaan Besar Israel di Amman.
Pada 8 September, seorang pengemudi truk Yordania menembaki penjaga keamanan Israel di perbatasan Raja Hussein antara Yordania dan Tepi Barat, menewaskan tiga dari mereka.
Sejak itu, Israel telah menewaskan ratusan warga sipil lainnya di Gaza, melanjutkan serangannya di Tepi Barat, dan mengancam akan melakukan invasi darat ke Lebanon selatan—yang benar-benar dilakukan mulai hari ini.
Segera setelah Mizrachi memberikan komentarnya mengenai Yordania, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada konferensi pers bahwa negara-negara Arab dan Muslim akan menjamin keamanan Israel jika setuju untuk mendirikan Negara Palestina di Tepi Barat dan Gaza, berdasarkan perbatasan tahun 1967.
Lihat Juga :