alexametrics

Gerombolan Bandit Serang Desa di Nigeria, Ribuan Orang Terlantar

loading...
Gerombolan Bandit Serang Desa di Nigeria, Ribuan Orang Terlantar
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
LAGOS - Ribuan penduduk desa di Nigeria terpaksa mengungsi setelah sekelompok bandit bersenjata menyerang 10 komunitas terpencil di wilayah tengah negara itu.

Orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor menyerbu serangkaian desa di distrik Shiroro, negara bagian Niger, dari Jumat hingga Senin. Mereka menembaki dan membakar rumah-rumah serta memaksa penduduk untuk melarikan diri.

"Kami sejauh ini mendokumentasikan 4.000 orang yang kehilangan tempat tinggal oleh para bandit," kata juru bicara Badan Manajemen Darurat Negara (SEMA) Niger Ibrahim Audu Hussein seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (26/11/2019).



“Para pengungsi (pengungsi internal) berlindung di sebuah kamp di dekat distrik Kuta,” kata Hussein, memperingatkan jumlah itu dapat meningkat karena semakin banyak orang yang tiba di kamp.

Ia mengatakan bahwa pekerja darurat belum dikerahkan ke masyarakat yang terkena dampak karena para penyerang masih di desa-desa tersebut.

"Kami tidak memiliki rincian korban karena daerah itu masih terlalu berbahaya bagi orang-orang kami untuk masuk," ujar Hussein.

"Kami sedang menunggu izin keamanan untuk pergi dan mengevakuasi korban jika ada," imbuhnya.

Serangan oleh gerombolan bersenjata - disebut "bandit" oleh pihak berwenang - telah menyebar luas di Nigeria tengah dan barat laut.

Pada bulan Juni setidaknya 40 orang tewas ketika orang-orang bersenjata menyerbu delapan komunitas di distrik Shiroro, mencuri ternak dan membakar rumah penduduk.

Para penyerang diyakini melakukan serangan dari hutan Rugu yang mengangkangi negara bagian Zamfara, Katsina, Kaduna dan Niger.

Pihak berwenang di beberapa negara bagian telah berhasil meredam aksi kekerasan dengan menawarkan pembicaraan damai dan amnesti.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak