Pembunuh yang Gagal Tawarkan Hadiah Rp2,3 Miliar untuk Bunuh Trump

Selasa, 24 September 2024 - 19:45 WIB
loading...
Pembunuh yang Gagal...
Ryan Wesley Routh (58) ditangkap pada 15 September 2024. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Pria yang berencana membunuh calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan sepucuk surat yang mendesak orang lain melakukan pembunuhan itu jika dia gagal, ungkap jaksa federal.

Ryan Wesley Routh (58) ditangkap pada 15 September setelah terlihat di dekat lapangan golf milik Trump di Florida.

Polisi menemukan senapan buatan Soviet, kamera GoPro, dan ransel dengan pelat baja di tempat persembunyiannya yang sementara.

“Ini adalah upaya pembunuhan terhadap Donald Trump, tetapi saya gagal. Saya sudah berusaha sebaik mungkin dan mengerahkan semua keberanian yang saya miliki. Sekarang terserah Anda untuk menyelesaikan pekerjaan ini; dan saya akan menawarkan USD150.000 (Rp2,3 miliar) kepada siapa pun yang dapat menyelesaikan pekerjaan ini,” ungkap catatan tulisan tangan yang diduga ditinggalkan Routh di dalam kotak di rumah seseorang.

Foto catatan itu disertakan dalam berkas pengadilan oleh jaksa AS untuk Distrik Selatan Florida, yang dipublikasikan pada Senin (23/9/2024).

Jaksa federal menyertakan catatan itu sebagai bukti Routh harus tetap di penjara sambil menunggu persidangan.

Menurut dokumen tersebut, Routh telah meninggalkan satu kotak di rumah seseorang yang tidak disebutkan namanya beberapa pekan sebelum dugaan percobaan pembunuhannya terhadap Trump.

Orang tersebut membuka kotak tersebut setelah penangkapan Routh dan memberi tahu pihak berwenang pekan lalu, menurut Departemen Kehakiman.

Selain catatan tulisan tangan, kotak tersebut berisi "amunisi, pipa logam, berbagai bahan bangunan, peralatan, empat telepon" dan beberapa surat lainnya.

Dokumen pengadilan tersebut juga mengungkapkan enam telepon seluler ditemukan di mobil Routh ketika dia ditangkap, termasuk satu telepon seluler dengan pencarian Google tentang cara bepergian dari Palm Beach County ke Meksiko. Menurut FBI, SUV Nissan tersebut memiliki pelat nomor palsu.

Bukti lain yang diduga ditemukan di dalam mobil tersebut termasuk daftar tempat-tempat di mana Trump dijadwalkan hadir dengan tanggal pada bulan Agustus, September, dan Oktober, serta buku catatan yang diduga "diisi dengan kritik terhadap pemerintah Rusia dan China serta catatan tentang cara bergabung dalam perang atas nama Ukraina," menurut New York Post.

Routh, penjahat yang dihukum, telah menghabiskan sebagian besar dari tiga tahun terakhir di Ukraina, dan mengklaim kepada berbagai media Barat bahwa dia sedang menggalang dana dan merekrut orang untuk upaya perang Kiev.

Meskipun muncul dalam beberapa laporan media tentang Ukraina, tidak ada yang menyebutkan catatan kriminalnya.

Senapan yang ditemukan di tempat persembunyiannya di klub golf Trump International di West Palm Beach adalah senapan semi-otomatis SKS, yang diisi dengan 11 peluru dan satu peluru lagi di dalam bilik. Nomor serinya "hilang dan tidak terbaca," menurut dokumen tersebut.

Trump nyaris lolos dari kematian hampir tepat dua bulan sebelumnya, pada tanggal 13 Juli di Butler, Pennsylvania.

Seorang pria berusia 20 tahun melepaskan sekitar delapan tembakan dari atap gedung saat kandidat Republik itu mengadakan rapat umum, melukai telinga Trump dan menewaskan satu penonton, sementara dua orang lainnya terluka parah.

Calon pembunuh, Thomas M. Crooks, dibunuh oleh Dinas Rahasia AS dan jasadnya segera dikremasi.

Akun media sosialnya telah dihapus dan FBI tidak memberikan informasi apa pun tentang motif atau koneksinya.
Pengamat menilai ada yang ditutup-tutupi dalam kasus tersebut.

Baca juga: Hizbullah dan Iran Mengulur Waktu, Israel Sekarat Akibat Seribu Luka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved