Ini Reaksi Dunia saat Israel Bombardir Lebanon
Selasa, 24 September 2024 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
"Perang harus dihindari dengan segala cara. Semua pihak harus menghormati nyawa warga sipil dan prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional," kata Kementerian Luar Negeri Spanyol.
"Spiral kekerasan harus dihentikan," katanya lagi.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres khawatir dengan meningkatnya konflik di Lebanon dan telah menyatakan keprihatinan besar terhadap keselamatan warga sipil di negara itu dan di Israel. Demikian disampaikan juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
“Sekretaris jenderal mencatat upaya berkelanjutan oleh koordinator khusus PBB untuk Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon untuk mengurangi ketegangan, dan dia menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk de-eskalasi—bahwa semua upaya harus ditujukan untuk solusi diplomatik,” kata Dujarric.
Amerika Serikat (AS) mengirim tentara tambahan ke Timur Tengah dengan alasan "peningkatan kekerasan" antara Israel dan Hizbullah.
Washington diperkirakan memiliki 40.000 tentara di wilayah tersebut. Juru bicara Pentagon Jenderal Pat Ryder tidak mengatakan berapa banyak pasukan tambahan yang akan dikerahkan, atau apa misi mereka.
Departemen Luar Negeri AS telah memperingatkan warga Amerika untuk meninggalkan Lebanon karena meningkatnya risiko perang regional.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeklaim bahwa serangan Israel terhadap Lebanon merupakan upaya untuk menciptakan "konflik yang lebih luas" dan telah memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah tidak akan menguntungkan siapa pun.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menggambarkan serangan Israel sebagai "tindakan gila" dan telah memperingatkan "konsekuensi berbahaya" bagi "petualangan baru" Zionis.
Kerajaan Arab Saudi menyatakan prihatin dengan eskalasi terkini di Lebanon, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tugasnya guna menghentikan konflik regional.
“Kerajaan Arab Saudi mengikuti perkembangan peristiwa terkait keamanan yang terjadi di wilayah Lebanon dengan penuh keprihatinan, dan kembali memperingatkan tentang bahaya kekerasan yang menyebar di wilayah tersebut, dan dampak serius dari eskalasi tersebut terhadap keamanan dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
"Spiral kekerasan harus dihentikan," katanya lagi.
8. Sekretaris Jenderal PBB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres khawatir dengan meningkatnya konflik di Lebanon dan telah menyatakan keprihatinan besar terhadap keselamatan warga sipil di negara itu dan di Israel. Demikian disampaikan juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
“Sekretaris jenderal mencatat upaya berkelanjutan oleh koordinator khusus PBB untuk Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon untuk mengurangi ketegangan, dan dia menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk de-eskalasi—bahwa semua upaya harus ditujukan untuk solusi diplomatik,” kata Dujarric.
9. Amerika Serikat
Amerika Serikat (AS) mengirim tentara tambahan ke Timur Tengah dengan alasan "peningkatan kekerasan" antara Israel dan Hizbullah.
Washington diperkirakan memiliki 40.000 tentara di wilayah tersebut. Juru bicara Pentagon Jenderal Pat Ryder tidak mengatakan berapa banyak pasukan tambahan yang akan dikerahkan, atau apa misi mereka.
Departemen Luar Negeri AS telah memperingatkan warga Amerika untuk meninggalkan Lebanon karena meningkatnya risiko perang regional.
10. Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeklaim bahwa serangan Israel terhadap Lebanon merupakan upaya untuk menciptakan "konflik yang lebih luas" dan telah memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah tidak akan menguntungkan siapa pun.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menggambarkan serangan Israel sebagai "tindakan gila" dan telah memperingatkan "konsekuensi berbahaya" bagi "petualangan baru" Zionis.
11. Arab Saudi
Kerajaan Arab Saudi menyatakan prihatin dengan eskalasi terkini di Lebanon, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tugasnya guna menghentikan konflik regional.
“Kerajaan Arab Saudi mengikuti perkembangan peristiwa terkait keamanan yang terjadi di wilayah Lebanon dengan penuh keprihatinan, dan kembali memperingatkan tentang bahaya kekerasan yang menyebar di wilayah tersebut, dan dampak serius dari eskalasi tersebut terhadap keamanan dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
(mas)
Lihat Juga :