alexametrics

Lebih dari 120 Jurnalis Masih Dipenjara Otoritas Turki

loading...
Lebih dari 120 Jurnalis Masih Dipenjara Otoritas Turki
Para aktivis membaca surat kabar oposisi Cumhuriyet untuk menunjukkan dukungan pada para jurnalis yang ditahan di Istanbul, Turki, 28 Juli 2017. Foto/REUTERS/Murad Sezer
A+ A-
ISTANBUL - Lebih dari 120 jurnalis masih dipenjara di Turki dan kondisi media di negara itu tidak membaik sejak pencabutan dua tahun status darurat pada tahun lalu.

Laporan terbaru itu diungkapkan pengawas pers global International Press Institute (IPI). Turki mendeklarasikan status darurat segera setelah kudeta yang gagal pada 2016. Turki memecat atau memberhentikan 150.000 hakim, akademisi, personil militer, pegawai negeri sipil (PNS) dan lainnya selama dua tahun status darurat.

Mereka yang ditahan itu diduga mendukung ulama Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat (AS) yang dituduh sebagai dalang kudeta itu. Lebih dari 77.000 orang dipenjara untuk menunggu proses pengadilan.



"Ratusan jurnalis penuntutan sejak kudeta, terutama dengan dakwaan terkait terorisme," ungkap laporan IPI yang menyatakan jumlah jurnalis yang masih dipenjara telah berkurang dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 160 orang.

"Di balik data itu terletak kisah pelanggaran mengerikan pada hak asasi, dengan puluhan jurnalis ditahan dengan dakwaan terkait terorisme selama beberapa bulan, kadang beberapa tahun, menunggu pengadilan, dalam banyak kasus tanpa tuntutan resmi," papar laporan IPI, dilansir Reuters.

Menurut IPI, para jurnalis yang dipenjara itu sebagai konsekuensi tekanan terhadap media yang bermotif politik. IPI menyebut Turki sebagai negara yang paling banyak menahan para jurnalis di dunia selama hampir satu dekade.

Pejabat Turki belum memberikan komentar tentang laporan itu.

IPI menyatakan pengadilan Turki tak dapat menangani berbagai kasus terkait kudeta itu karena sepertiga dari seluruh hakimnya juga dipecat karena tuduhan mendukung kudeta.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak