alexametrics

Korut Tebar Ancaman, AS Bersumpah Pertahankan Korsel

loading...
Korut Tebar Ancaman, AS Bersumpah Pertahankan Korsel
Militer AS dan Korsel melakukan latihan militer bersama. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Seorang jenderal Amerika Serikat (AS) memperingatkan Korea Utara (Korut) bahwa Washington tidak akan ragu membawa pasukan militer penuh untuk membela sekutunya Korea Selatan (Korsel). Peringatan itu dikeluarkan menyusul ancaman Pyongyang tentang eskalasi atas pembicaraan denuklirisasi yang mandek.

Korut merilis pernyataan resmi pada Rabu yang mengatakan pihaknya merasa dikhianati oleh latihan militer bersama AS dan Korsel yang direncanakan, yang akan dilanjutkan meskipun Pyongyang berulang kali mengeluh.

Menanggapi hal itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley memberi ancaman singkat kepada Pyongyang.



"AS siap untuk menggunakan kemampun militer AS sepenuhnya untuk mempertahankan Korsel dari segala agresi," ucap Milley seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (15/11/2019).

Milley juga menekankan komitmen berkelanjutan AS untuk memberikan pencegahan yang panjang.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper yang berada di Korsel mengatakan ia akan mempertimbangkan untuk mengubah kegiatan militer AS di Korsel jika hal itu dapat membantu para pejabat menghidupkan kembali pembicaraan dengan Korut. Saat ini ada sekitar 25.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Semenanjung Korea.

"Setiap langkah akan diambil dalam kolaborasi erat dengan mitra Korea kami, bukan sebagai konsesi untuk Korea Utara atau apa pun, tetapi sekali lagi, sebagai sarana untuk menjaga pintu terbuka bagi diplomasi," kata Esper kepada wartawan. (Baca: AS Isyaratkan Kurangi Intensitas Latihan Militer dengan Korsel)

Korut telah lama mengutuk latihan militer gabungan AS-Korsel, mengingat latihan itu dipandang untuk mempersiapkan diri guna menginvasi negara tertutup itu.

Dalam pertemuan dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura tahun lalu, Presiden AS Donald Trump setuju untuk membekukan semua latihan bersama dengan harapan mencapai kesepakatan denuklirisasi. Pentagon dan Korsel dikejutkan oleh pengumuman tersebut, karena tidak ada konsultasi sebelumnya tentang komitmen tersebut.

Latihan militer The 2018 Vigilant Ace termasuk di antara latihan yang dibatalkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, latihan itu melibatkan ratusan pesawat AS dan Korsel. Tidak jelas berapa banyak yang akan dikerahkan dalam latihan mendatang.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak