Israel Ledakkan Ribuan Pager Lebanon Langgar Hukum Internasional, DK PBB Tetap Diam?

Kamis, 19 September 2024 - 14:17 WIB
loading...
Israel Ledakkan Ribuan...
Aksi intelijen Israel ledakkan ribuan pager dan walkie-talkie yang tewaskan puluhan orang di Lebanon telah melanggar hukum internasional. Namun, DK PBB sejauh ini masih diam. Foto/AP Photo/Bilal Hussein
A A A
BEIRUT - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker Turk, mengatakan aksi Israel meledakkan ribuan pager dan walkie-talkie yang tewaskan puluhan orang di Lebanon telah melanggar hukum internasional.

Israel tidak mengaku dan tidak menyangkal atas serangan tersebut, meski sumber-sumber keamanan regional mengatakan serangan itu dilakukan oleh badan mata-mata Israel; Mossad.

Menurut sejumlah sumber kepada Reuters, Mossad telah menanam bahan peledak pada perangkat tersebut, yang digunakan para milisi Hizbullah Lebanon, beberapa bulan sebelum diledakkan.

Pada hari Selasa, ribuan pager yang dipasangi bahan peledak meledak, serentak mengakibatkan 11 orang tewas dan sekitar 4.000 orang terluka di Lebanon.

Baca Juga: Giliran Ribuan Walkie-Talkie Meledak Tewaskan 20 Orang di Lebanon, Israel Umumkan Perang Baru

Kemudian para hari Rabu, giliran ribuan walkie-talkie meledak serentak dan menewaskan 20 orang di Lebanon. Ledakan ini juga menyebabkan ribuan orang lainnya terluka.

Turk menyerukan penyelidikan independen atas rentetan ledakan di Lebanon.

"Penargetan serentak terhadap ribuan orang, baik warga sipil maupun anggota kelompok bersenjata, tanpa mengetahui siapa yang memiliki perangkat yang menjadi target, lokasi mereka, dan lingkungan sekitar mereka pada saat serangan, melanggar hukum hak asasi manusia internasional dan, sejauh berlaku, hukum humaniter internasional," katanya, seperti dikutip The New Arab, Kamis (19/9/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
Pemberontak Anti-Rezim...
Pemberontak Anti-Rezim Assad Diam saat Israel Menginvasi Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved