alexametrics

China Mungkin Serang Taiwan untuk Alihkan Isu Domestik

loading...
China Mungkin Serang Taiwan untuk Alihkan Isu Domestik
Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu menuturkan, China mungkin saja menyerang Taiwan jika pertumbuhan ekonomi mereka terus mengalami perlambatan. Foto/Reuters
A+ A-
TAIPEI - Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu menuturkan, China mungkin saja menyerang Taiwan jika pertumbuhan ekonomi mereka terus mengalami perlambatan. Hal ini, papar Wu, dilakukan untuk mengalihkan perhatian atas isu-isu domestik Beijing.

"Jika stabilitas internal adalah masalah yang sangat serius, atau perlambatan ekonomi telah menjadi masalah yang sangat serius bagi para pemimpin top untuk diatasi, itu adalah kesempatan yang harus kita sangat berhati-hati," kata Wu.

"Kita perlu mempersiapkan diri kita untuk situasi terburuk yang akan datang, konflik militer," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (7/11/2019).



Wu mengatakan, situasi ekonomi di China masih dapat dibilang stabil saat ini. Tetapi, dia mendesak negara-negara lain untuk memperhatikan apa yang dia lihat sebagai masalah di sana, seperti pengangguran dan ketidakpuasan rakyat.

"Mungkin Xi Jinping sendiri dipertanyakan legitimasinya, dengan tidak mampu menjaga pertumbuhan ekonomi China. Ini adalah faktor yang mungkin menyebabkan para pemimpin China memutuskan untuk mengambil tindakan eksternal untuk mengalihkan perhatian domestik," ungkapnya.

Dia menyebut, agresi militer China yang berkembang di wilayah itu telah menjadi sumber ketegangan yang sangat serius, yang memengaruhi banyak negara. Tetapi, Wu menambahkan bahwa Taiwan sedang berusaha untuk melakukan apapun untuk memastikan keamanan di kawasan.

"Kami tentu berharap bahwa Taiwan dan China dapat hidup bersama secara damai, tetapi kami juga melihat ada masalah yang disebabkan oleh China, dan kami akan mencoba menanganinya," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak