Budaya Pasar Malam Taiwan yang Beraneka Ragam
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:50 WIB
loading...
Pasar malam Taiwan merupakan salah satu budaya umum orang Taiwan. Foto/Pixabay
A
A
A
JAKARTA - Saat jam memasuki pukul 21.30. Ketika anak-anak sudah selesai mengerjakan PR sekolah, pekerjaan rumah tangga sudah rampung, ponsel sudah digunakan seharian, tidak ada acara bagus di televisi, dan masih terlalu pagi untuk tidur, apa yang bisa dilakukan? Alangkah baiknya jika memiliki tempat yang dibuka sampai tengah malam, di mana orang dapat berjalan-jalan, makan camilan, berbelanja dan membeli barang-barang di jalan. Lebih seru lagi jika tersedia beberapa permainan kecil untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Apakah ada tempat seperti itu? Ada, yaitu pasar malam Taiwan .
Apa itu pasar malam? Pada dasarnya adalah semua jenis warung makan, warung minuman, toko yang menjual pakaian dan berbagai suvenir, serta segala macam fasilitas hiburan kecil (seperti anak panah, kelereng, dll) yang terkonsentrasi di suatu tempat tertentu, semua orang dapat dengan bebas masuk dan keluar untuk berbelanja. Waktu operasional pasar malam umumnya dimulai pada sore hari atau waktu makan malam, hingga pukul satu atau dua dini hari. Hampir semua kota besar di Taiwan memiliki pasar malam. Beberapa pasar malam dibuka setiap hari, dan ada yang dibuka dua atau tiga hari dalam seminggu.
( Baca juga: Ini Bukti Taiwan Memainkan Peran Penting dalam Industri Semikonduktor Dunia ) Menurut statistik tidak resmi, ada sekitar 400 pasar malam di Taiwan, dengan berbagai ukuran luas tempat dan jam operasional. Sebagian besar pasar malam berada di tempat terbuka, dan beberapa memiliki ruang tertutup. Diantaranya pasar malam Shilin, yang paling terkenal di Taiwan utara, terdapat lebih dari 300 kios yang jangkauannya terbentang beberapa blok.
Kerumunan orang yang mengunjungi pasar malam Shilin pada akhir pekan dan hari libur sangat padat dan berdesakan. Jika tidak hati-hati, kerabat dan teman yang jalan beriringan dengan Anda bahkan bisa terpisah! Jika berbicara tentang pasar malam, kesan pertama bagi kebanyakan orang adalah makanannya.
Jajanan pasar malam yang paling klasik dan umum adalah fried chicken steak, tiram goreng, tahu bau, dan sate panggang arang. Fried chicken steak Taiwan memiliki ciri kulit yang renyah dan sari daging yang istimewa, serta ukurannya lebih besar dari ukuran wajah. Setelah digoreng lalu dibakar di atas arang untuk menambah cita rasanya. Fried chicken steak Taiwan sudah bisa disantap di Jakarta, tapi rasanya agak berbeda dengan Taiwan.
Apa itu pasar malam? Pada dasarnya adalah semua jenis warung makan, warung minuman, toko yang menjual pakaian dan berbagai suvenir, serta segala macam fasilitas hiburan kecil (seperti anak panah, kelereng, dll) yang terkonsentrasi di suatu tempat tertentu, semua orang dapat dengan bebas masuk dan keluar untuk berbelanja. Waktu operasional pasar malam umumnya dimulai pada sore hari atau waktu makan malam, hingga pukul satu atau dua dini hari. Hampir semua kota besar di Taiwan memiliki pasar malam. Beberapa pasar malam dibuka setiap hari, dan ada yang dibuka dua atau tiga hari dalam seminggu.
( Baca juga: Ini Bukti Taiwan Memainkan Peran Penting dalam Industri Semikonduktor Dunia ) Menurut statistik tidak resmi, ada sekitar 400 pasar malam di Taiwan, dengan berbagai ukuran luas tempat dan jam operasional. Sebagian besar pasar malam berada di tempat terbuka, dan beberapa memiliki ruang tertutup. Diantaranya pasar malam Shilin, yang paling terkenal di Taiwan utara, terdapat lebih dari 300 kios yang jangkauannya terbentang beberapa blok.
Kerumunan orang yang mengunjungi pasar malam Shilin pada akhir pekan dan hari libur sangat padat dan berdesakan. Jika tidak hati-hati, kerabat dan teman yang jalan beriringan dengan Anda bahkan bisa terpisah! Jika berbicara tentang pasar malam, kesan pertama bagi kebanyakan orang adalah makanannya.
Jajanan pasar malam yang paling klasik dan umum adalah fried chicken steak, tiram goreng, tahu bau, dan sate panggang arang. Fried chicken steak Taiwan memiliki ciri kulit yang renyah dan sari daging yang istimewa, serta ukurannya lebih besar dari ukuran wajah. Setelah digoreng lalu dibakar di atas arang untuk menambah cita rasanya. Fried chicken steak Taiwan sudah bisa disantap di Jakarta, tapi rasanya agak berbeda dengan Taiwan.
Lihat Juga :