Prancis Mulai Khawatir Perang Dunia III Pecah antara Rusia dengan NATO

Minggu, 15 September 2024 - 06:16 WIB
loading...
Prancis Mulai Khawatir...
Prancis mulai khawatir konflik Ukraina berubah menjadi Perang Dunia III antara Rusia dengan NATO. Foto/Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia via AP
A A A
PARIS - Prancis mulai khawatir dengan perang Rusia-Ukraina yang semakin tidak terkendali. Sebab, itu bisa berubah menjadi Perang Dunia III antara Moskow dan blok NATO.

Kekhawatiran itu disampaikan anggota pemerintah Prancis kepada surat kabar Le Monde pada hari Sabtu (14/9/2024). Pejabat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan perang Rusia-Ukraina yang semakin tidak terkendali sekarang menjalankan "diskresi yang besar”.

Kekhawatiran akan meningkatnya konfrontasi menjadi perang langsung antara Moskow dan blok NATO telah meroket selama beberapa hari terakhir, karena Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mempertimbangkan untuk mengizinkan Kyiv melakukan serangan jauh di wilayah Rusia menggunakan persenjataan Barat.

Baca Juga: AS Mampu Hancurkan Seluruh Lokasi Peluncuran Nuklir Rusia dan China, tapi...

Sementara Prancis telah mengumumkan "tidak ada posisi resmi" mengenai masalah tersebut, pejabat itu mengatakan bahwa Paris telah khawatir tentang potensi eskalasi dan telah berusaha menghindarinya.

"Kita harus melakukan segala hal yang mungkin untuk menghindari Perang Dunia III," katanya kepada surat kabar tersebut.

"Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan hipotesis bahwa Rusia dapat memperluas skala operasi militer mereka," lanjut dia, mengacu pada peringatan yang disuarakan oleh pejabat tinggi Rusia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, terhadap NATO.

Pada hari Kamis, Putin memperingatkan bahwa mencabut pembatasan penggunaan senjata Barat oleh Ukraina akan secara langsung melibatkan AS dan sekutunya dalam konflik tersebut dan akan direspons dengan respons yang tepat.

Menjelaskan pendiriannya, Putin mengatakan bahwa persenjataan tersebut hanya bergantung pada intelijen dan solusi penargetan Barat, sementara Kyiv secara efektif tidak dapat menggunakannya sendiri.

Posisi itu telah ditegaskan kembali oleh utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, yang memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan menjadi perang terbuka antara NATO dan Rusia.

"Rekan-rekan Barat kita tidak akan dapat menghindari tanggung jawab dan menyalahkan Kyiv atas segalanya," kata Nebenzia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved