Israel Halangi BBM, Rumah Sakit Indonesia Terancam Setop Beroperasi di Gaza

Selasa, 10 September 2024 - 18:30 WIB
loading...
Israel Halangi BBM,...
Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan parah setelah diserang Israel. Foto/Abdullah Obeid/Eye on Palestine
A A A
JALUR GAZA - Rumah Sakit Indonesia dan Rumah Sakit Kamal Adwan, di Jalur Gaza utara, berisiko menghentikan semua operasi medis karena kekurangan bahan bakar minyak (BBM).

Kabar itu diungkap Kantor Berita Resmi Palestina WAFA. “Direktur Rumah Sakit Indonesia Marwan Sultan mengungkapkan unit perawatan intensif kelebihan beban dengan kasus-kasus kritis di samping sepuluh pasien lain yang bergantung pada ventilator,” ungkap laporan WAFA.

“Rumah Sakit Indonesia menghadapi kekurangan bahan bakar yang parah, yang mengancam untuk menghentikan sepenuhnya layanan medis jika Israel terus mencegah masuknya bahan bakar, yang membuat pasien berisiko meninggal,” papar direktur rumah sakit tersebut seperti dikutip kantor berita Anadolu.

Sultan menekankan meskipun ruang operasi bekerja sepanjang waktu, mereka mungkin menghadapi penghentian semua layanan medis karena kekurangan bahan bakar.

Rumah Sakit Kamal Adwan mengumumkan akan menghentikan semua operasi dalam 48 jam mendatang karena kekurangan bahan bakar dan habisnya pasokan medis.

Fasilitas medis tersebut memperingatkan jika hal ini terjadi, maka akan menimbulkan "ancaman besar bagi nyawa banyak pasien dan korban luka yang menerima perawatan di rumah sakit."

Pengumuman dari dua fasilitas medis tersebut tentang potensi penghentian layanan medis mereka bukanlah yang pertama dan tidak mengejutkan karena banyak rumah sakit lain menghadapi masalah yang sama karena kebijakan Israel yang terus berlanjut yang mencegah banyak komoditas pokok memasuki Jalur Gaza termasuk bahan bakar.

Rumah Sakit Al-Awda mengumumkan pada 17 Agustus bahwa mereka menghadapi potensi penghentian operasinya dalam dua puluh empat jam ke depan karena kekurangan bahan bakar yang parah.

Dalam perang genosida di Gaza, Israel secara sistematis dan tanpa henti menyerang rumah sakit, infrastruktur perawatan kesehatan, dan pekerja di Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza telah berulang kali memperingatkan tentang Israel menghalangi masuknya bahan bakar, pasokan medis, dan peralatan untuk pengoperasian rumah sakit yang tersisa dan membahayakan nyawa pasien.

Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) telah menekankan bantuan kemanusiaan yang langka yang masuk ke Gaza tidak memenuhi kebutuhan besar warga Palestina di Jalur Gaza.

Genosida Berkelanjutan di Gaza


Melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza.

Saat ini sedang diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) atas genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 40.988 warga Palestina telah tewas, dan 94.825 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober.

Selain itu, 11.000 orang tidak diketahui keberadaannya, diduga tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Desak Kongres AS Tekan Afrika Selatan agar Cabut Kasus Genosida di ICJ
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved