Ikan Paus Hvaldimir Si Mata-mata Terkenal Rusia Mati di Negara NATO

Minggu, 01 September 2024 - 10:37 WIB
loading...
Ikan Paus Hvaldimir...
Hvaldimir, ikan paus putih si mata-mata terkenal Rusia ditemukan mati di negara NATO; Norwegia. Foto/NDTV
A A A
OSLO - Hvaldimir, ikan paus beluga yang terkenal sebagai mata-mata Rusia, ditemukan mati di perairan Norwegia—salah satu negara NATO.

Hvaldimir pernah menarik perhatian dunia pada tahun 2019 karena aktivitasnya yang dianggap sebagai spionase atas nama Rusia.

Lima tahun lalu, paus sepanjang 14 kaki dan berat 2.700 pon itu terlihat dengan tali kekang yang tampaknya dirancang untuk kamera—yang mendorong para pengguna internet untuk menjulukinya Hvaldimir si paus mata-mata.

Baca Juga: Negara NATO Tuduh Ikan Paus Terkenal Ini Mata-mata Rusia

Tali kekang itu memiliki tanda peralatan dari St Petersburg, yang memicu spekulasi luas bahwa paus itu adalah bagian dari misi pengintaian Rusia.

Misteri tersebut semakin dalam karena tidak ada klaim resmi kepemilikan yang dibuat oleh Rusia, membuat dunia bertanya-tanya apakah paus ini adalah mata-mata atau hanya paus malang yang terjebak dalam keadaan aneh.

Beluga, yang namanya merupakan campuran dari kata Norwegia untuk paus, "hval," dan nama Rusia Vladimir, dengan cepat menjadi subjek daya tarik global.

Tidak seperti beluga lainnya, yang biasanya menghuni perairan Arktik yang terpencil dan dingin, Hvaldimir tampak sangat nyaman di sekitar manusia, membuat para ahli percaya bahwa ia telah ditawan selama sebagian besar hidupnya.

"Ini menyayat hati. Ia telah menyentuh hati ribuan orang di Norwegia," kata Sebastian Strand, pendiri lembaga nirlaba Marine Mind, yang bekerja untuk melindungi Hvaldimir, seperti dikutip dari New York Times, Minggu (1/9/2024).

Tahun lalu, Norwegia meminta warganya untuk menghindari segala jenis kontak dengan Hvaldimir yang terlihat di fjord dekat Oslo.

"Paus putih yang dikenal sebagai ‘Hvaldimir’ kini tinggal di bagian dalam Oslofjord. Ini berarti paus tersebut telah tiba di daerah yang sangat padat penduduknya, dan risiko paus tersebut terluka akibat kontak dengan manusia menjadi jauh lebih besar," demikian pernyataan dari Direktorat Perikanan Norwegia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Setelah Ukraina, Negara...
Setelah Ukraina, Negara NATO Ini Jadi Target Rusia Berikutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved