Belanda Izinkan Ukraina Gunakan F-16 Sesuka Hati untuk Menginvasi Balik Rusia

Jum'at, 30 Agustus 2024 - 10:26 WIB
loading...
Belanda Izinkan Ukraina...
Belanda izinkan Ukraina gunakan jet tempur F-16 sesuka hati untuk menginvasi balik Rusia. Foto/Staff Sgt Jordan Kaminski/ANG/Air and Space Forces
A A A
KYIV - Belanda, negara NATO dan salah satu sekutu utama Ukraina, mengizinkan Kyiv menggunakan jet tempur F-16 sesuka hati untuk mengivasi balik jauh ke dalam wilayah Rusia.

Izin untuk menggunakan senjata Barat di tanah Rusia telah menjadi titik pertikaian utama antara Ukraina dan sekutu-sekutunya, di mana Kyiv mengklaim hal itu dapat membalikkan keadaan dalam perang tersebut.

Pernyataan Belanda berpotensi diikuti sekutu Ukraina lainnya, melonggarkan pembatasan pada penggunaan senjata Barat pada wilayah Rusia jauh lebih dalam.

Baca Juga: Jet Tempur F-16 Pertama Ukraina Jatuh dan Hancur, Pilotnya Tewas

"Kami tidak memberlakukan pembatasan apa pun pada penggunaan dan jangkauan F-16, asalkan hukum perang dipatuhi," kata Kepala Pertahanan Belanda Letnan Jenderal Onno Eichelsheim kepada media Belanda; NOS, yang dipublikasikan pada Kamis.

"Ukraina dapat menggunakan sumber daya yang kami sediakan sesuai keinginannya, asalkan hukum perang kemanusiaan dipatuhi," lanjut sang jenderal, yang dikutip Newsweek, Jumat (30/8/2024).

Belanda telah menjadi penyedia material yang murah hati untuk upaya perang Ukraina, sejauh ini menjanjikan 24 unit F-16 buatan Amerika Serikat ke Kyiv, meskipun Eichelsheim tidak mengonfirmasi berapa banyak dari F-16 ini yang telah dikirim ke garis depan.

Berbicara kepada NOS selama kunjungan ke Washington D.C., Eichelsheim mengatakan bahwa AS sebagian setuju dengan posisi negaranya tentang penggunaan persenjataan Barat oleh Ukraina, meskipun Washington mempertahankan sikap publik yang lebih ketat tentang masalah ini.

"Mereka memiliki batasan yang berbeda, tetapi mereka juga telah memasok sistem persenjataan yang berbeda," kata Eichelsheim.
"Bagaimanapun, kami memiliki tujuan yang sama untuk memastikan bahwa Ukraina memenangkan perang. Saya pikir kami mengerahkan semua upaya untuk mewujudkannya."

Eichelsheim, tokoh militer berpangkat tertinggi di negara itu, juga memuji serangan Ukraina yang sedang berlangsung di Kursk sebagai "brilian", dan mengatakan kepada NOS: "Mereka mengambil alih wilayah yang luas dengan cukup cepat dengan cara yang baik, dengan teknik-teknik baru. Dengan melakukan itu, mereka telah menciptakan dilema bagi [Presiden Rusia Vladimir] Putin."

Menurut sang jenderal, fokus sekarang harus diarahkan pada "secara strategis" mengeksploitasi perolehan teritorial yang telah diperolehnya di Kursk, yang katanya dapat digunakan sebagai "alat tawar-menawar" dalam negosiasi mendatang dengan Moskow.

Pernyataannya tentang F-16 Belanda digaungkan oleh Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans pada hari Kamis.

"Hukum perang mengatakan bahwa jika Ukraina diserang dari Rusia, Ukraina juga dapat menyerang target militer," kata menteri tersebut, menanggapi pertanyaan tentang komentar Eichelsheim sebelumnya.

"Untuk F-16, itu berarti bahwa jika, misalnya, sebuah rudal ditembakkan dari Rusia, Anda juga dapat mencegatnya dengan F-16 di atas Rusia."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved