Menlu Israel Serukan Pengusiran Warga Palestina di Tepi Barat

Jum'at, 30 Agustus 2024 - 00:01 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Humza Yousaf, mantan menteri pertama Skotlandia, mengutuk Katz dan meragukan sifat "sementara" pengusiran warga Palestina tersebut.

"Siapa yang dia pikir dia tipu? Tidak ada yang sementara tentang pemindahan paksa dan pemindahan warga Palestina dari rumah mereka pada tahun 1948," tegas Yousaf di Instagram.

"Tidak ada yang bersifat sementara tentang warga Gaza yang harus meninggalkan rumah mereka saat bom Israel menghujani kepala mereka. Pengusiran orang-orang dari tanah mereka, untuk digantikan oleh orang lain dengan asal etnis yang berbeda, adalah definisi buku teks tentang pembersihan etnis," papar dia.

Sejak dimulainya serangan Israel di Gaza pada Oktober, telah terjadi peningkatan yang nyata dalam kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat yang diduduki.

Sebanyak 628 warga Palestina tewas oleh tembakan dan serangan udara Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur antara 7 Oktober dan 27 Agustus, menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Angka-angka dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan LSM menunjukkan lebih dari 10.000 warga Palestina telah ditahan, 1.000 orang mengungsi dan hampir 160.000 orang terkena dampak buruk dari pembongkaran rumah dalam 10 bulan terakhir di Tepi Barat.

Baca juga: Palestina Murka Banyak Warga Negara Ganda Jadi Tentara Israel dan Serbu Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved