Mengapa Hidden Haditha Menjadi Kejahatan Perang Paling Mengerikan yang Dilakukan Marinir AS?

Rabu, 28 Agustus 2024 - 19:55 WIB
loading...
A A A
The New Yorker memutuskan untuk menerbitkan pilihan foto-foto ini, dengan izin dari kerabat korban yang masih hidup, untuk menyoroti peristiwa mengerikan yang tidak sepenuhnya dibahas oleh militer. Gambar-gambar grafis tersebut menggambarkan pria, wanita, dan anak-anak kecil, banyak yang ditembak dari jarak dekat saat dalam posisi tak berdaya.

Di antara para korban adalah Zainab Younis Salim yang berusia lima tahun, yang ditembak di kepala saat berbaring di tempat tidur di samping ibu, saudara perempuan, dan saudara laki-lakinya. Setelah pembantaian itu, seorang Marinir menandai punggungnya dengan angka sebelas menggunakan spidol merah Sharpie. Ibunya, Ayda Yassin Ahmed, ditemukan dikelilingi oleh anak-anaknya yang telah meninggal, yang semuanya ditembak dan dibunuh oleh Marinir AS.

3. Menembak Warga Sipil dengan Sengaja

Catatan Dinas Investigasi Kriminal Angkatan Laut (NCIS) mengungkapkan detail yang mengerikan. Kopral Dua Stephen Tatum mengakui kepada penyidik bahwa ia mengenali orang-orang yang ia tembak sebagai wanita dan anak-anak sebelum menarik pelatuk. "Meski tahu itu anak-anak, saya tetap menembaknya," kata Tatum, meskipun ia kemudian membantah membuat pernyataan itu.

Pembantaian itu juga merenggut nyawa seorang ibu, Asmaa Salman Raseef, dan putranya yang berusia empat tahun, Abdullah. Asmaa tertembak di punggung atas, sementara Abdullah mengalami luka fatal di kepala. NCIS menyimpulkan bahwa Marinir yang menembak Abdullah kemungkinan berdiri hanya enam kaki jauhnya.

Foto-foto di lokasi kejadian menunjukkan sisa-sisa darah. Mayat Asmaa, Abdullah, dan dua anggota keluarga lainnya tergeletak di sudut jalan. Pemeriksa militer menetapkan bahwa salah satu pria, Jaheed Abdul Hameed Hassan, telah duduk atau berbaring di dinding saat ia ditembak.

Meskipun ada banyak bukti korban sipil, termasuk foto-foto yang memperlihatkan tidak ada senjata di rumah atau di tubuh, militer tidak memberikan hukuman yang signifikan bagi Marinir yang terlibat. Pembantaian Haditha tetap menjadi bab gelap dalam sejarah pendudukan AS di Irak, dengan kengerian penuh dari peristiwa tersebut baru sekarang terungkap melalui gambar-gambar yang telah lama tersembunyi ini.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved