alexametrics

Bolton Sarankan AS Ambil Opsi Militer Terhadap Korut

loading...
Bolton Sarankan AS Ambil Opsi Militer Terhadap Korut
Mantan Penasihat Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton menyarankan Washington untuk mengambil opsi militer dalam berhadapan dengan Pyongyang. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Mantan Penasihat Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton menyarankan Washington untuk mengambil opsi militer dalam berhadapan dengan Pyongyang. Dia menilai diplomasi tidak terlalu efektif jika berkaitan dengan Korea Utara (Korut).Berbicara dalam sebuah acara di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington D.C, Bolton mengatakan Korut tidak akan pernah menyerahkan program senjata nuklirnya secara sukarela."Mungkin mereka (pemerintah AS) akan sedikit kurang senang sekarang karena saya dapat berbicara dalam istilah yang tidak ternoda tentang ancaman besar dan semakin besar bahwa program senjata nuklir Korut menimbulkan perdamaian dan keamanan internasional," kata Bolton, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (1/10/2019)."Ada hal-hal yang harus kita perhatikan dan diskusikan dengan serius. Salah satunya adalah kemungkinan, meskipun mungkin terbatas, perubahan rezim di Korut, Jika Anda percaya, dan Anda mungkin tidak, itu tidak dapat diterima bahwa Korut memiliki senjata nuklir, pada beberapa titik kekuatan militer harus menjadi pilihan,” sambungnya.Bolton lalu mengatakan keputusan strategis yang dijalankan Kim Jong Un adalah bahwa dia akan melakukan apa pun yang dia bisa untuk mempertahankan senjata nuklirnya dan untuk mengembangkan, serta meningkatkannya lebih lanjut.Dia juga mengecam sikap santai Presiden AS, Donald Trump terhadap uji coba roket jarak pendek Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir. Trump selalu menolak untuk mengecam uji coba rudal itu, dengan menyebut uji coba itu bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.Namun, Bolton mengatakan bahwa teknologi yang digunakan dalam senjata-senjata itu menurut definisi dapat disesuaikan dengan rudal balistik jarak jauh. "Pengujian yang sedang berlangsung sekarang, menjadi pertanda buruk bagi kemampuan pertahanan Jepang dan bahkan AS ketika Anda sampai ke jajaran antarbenua," tukasnya.

(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak