alexametrics

Berdandan Wajah Hitam dalam Pesta, PM Kanada Trudeau Minta Maaf

loading...
Berdandan Wajah Hitam dalam Pesta, PM Kanada Trudeau Minta Maaf
Foto skandal 'blackface' tahun 2001 menunjukkan Justin Trudeau sebelum menjadi PM Kanada berdandan dengan riasan wajah hitam dalam sebuah pesta. Foto/West Point Grey Academy
A+ A-
OTTAWA - Sebuah foto mengungkap Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pernah berdandan dengan riasan wajah hitam dalam sebuah pesta pada tahun 2001. Pemimpin muda itu meminta maaf karena ulahnya di masa lalu dianggap pro-rasisme.

Foto skandal "blackface" Trudeau itu diterbitkan majalah TIME hari Rabu atau kurang dari lima minggu menjelang pemilu Kanada. Ulahnya dalam pesta "Arbian Nights" itu berpotensi merusak reputasinya yang akan bertarung dalam pemilu. Dia merupakan pemimpin Partai Liberal Kanada.

Trudeau berusia 29 tahun saat skandal "blackface" terjadi. Saat itu dia masih berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah swasta di Vancouver. Dalam foto itu, Trudeau yang merias wajahnya menjadi hitam berpose dengan para perempuan berkulit putih.



Setelah meminta maaf kepada orang-orang Kanada dalam pertemuan yang tergesa-gesa dengan media di pesawat kampanyenya pada hari Rabu, Trudeau mengadakan teleconference dengan 338 politisi partainya pada hari Kamis.

"Perdana menteri menyatakan permintaan maaf dan penyesalannya dan mengatakan ini terjadi 20 tahun yang lalu," kata seorang politisi Partai Liberal.

"Dia mengatakan ini adalah saatnya bagi kita untuk terus bekerja bersama untuk memahami kepedihan orang-orang yang menjadi penerima rasisme dan stereotip," ujar politisi tersebut yang dikutip Reuters, tanpa disebutkan namanya.

Pemimpin Partai Liberal memiliki dua acara kampanye yang direncanakan untuk hari Kamis, dan dijadwalkan akan berbicara dengan wartawan di sebuah acara di Winnipeg, Manitoba.

Sebelum skandal "blackface" terungkap, pertarungan menuju pemungutan suara pada 21 Oktober 2019 telah berjalan sangat ketat. Penerbitan foto "blackface" Trudeau bisa menjadi "titik balik", karena Partai Liberal secara tradisional mendapat dukungan dari komunitas imigran.

"Ini jelas sangat merusak saat ini dan dampak penuh tidak akan menjadi jelas selama sekitar satu minggu," kata Frank Graves, kepala perusahaan polling, EKOS Research.

"Saya tidak berpikir itu akan berakibat fatal, tetapi waktu akan memberi tahu. Partai Liberal memiliki dasar yang tinggi dalam hal keragaman dan rasisme, dan Trudeau perlu tanpa henti mencatat bagaimana dia mengacaukan. Para pemilih kemudian akan memutuskan," katanya.

Trudeau telah memperjuangkan kesetaraan dan keragaman rasial selama menjabat sebagai perdana menteri selama empat tahun terakhir, dan ia memiliki tiga menteri keturunan India di kabinetnya.

Greg Fergus, seorang legislator Liberal kulit hitam dari Quebec, mengatakan Trudeau telah menghubunginya untuk meminta maaf sebelum berita skandal "blackface" itu muncul.

"Saya tidak percaya bahwa ada orang yang pernah menjalani hidup mereka tanpa membuat kesalahan," kata Fergus kepada wartawan di Ottawa."Orang-orang Kanada harus fokus pada semua hal menakjubkan yang telah kami lakukan untuk keanekaragaman."
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak