Iran Tak Kunjung Serang Israel, 2 Kapal Induk Nuklir AS Terlanjur Siaga di Timur Tengah

Kamis, 22 Agustus 2024 - 07:17 WIB
loading...
Iran Tak Kunjung Serang...
USS Abraham Lincoln, satu dari dua kapal induk nuklir Amerika Serikat yang sudah siaga di Timur Tengah untuk bela Israel dari ancaman serangan Iran. Foto/US Navy
A A A
TEL AVIV - Ancam Iran untuk menyerang Israel yang digembar-gemborkan tak kunjung terlaksana. Sebaliknya, dua kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) terlanjur disiagakan di Timur Tengah.

Kapal induk USS Abraham Lincoln telah tiba di Timur Tengah setelah mendapat perintah dari Menteri Pertahanan Amerika Lloyd Austin untuk mempercepat perjalanannya dari Indo-Pasifik.

Militer Amerika enggan mengungkap lokasi persis pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok penyerangnya.

USS Abraham Lincoln dan kelompok penyerangnya sebenarnya dikerahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan Kelompok Penyerang Kapal Induk USS Theodore Roosevelt, yang salah satunya untuk membela rezim Zionis Israel dari potensi serangan Teheran.

Baca Juga: Daftar Senjata AS Pembela Israel: Kapal Induk, Jet Siluman F-22, hingga Rudal Tomahawk

Sekarang USS Theodore Roosevelt akan tetap berada di Timur Tengah bersama USS Abraham Lincoln, sebelum nantinya kembali ke Amerika Serikat sesuai jadwal.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan USS Abraham Lincoln, yang dilengkapi dengan pesawat tempur siluman F-35C dan F/A-18 Block III, memasuki area tanggung jawab (AOR) komando tersebut pada hari Rabu.

Kapal tersebut didampingi oleh Skuadron Perusak (DESRON) 21 dan Sayap Udara Kapal Induk (CVW) 9, kata CENTCOM bersama dengan video yang diunggah di X.

Langkah tersebut dilakukan di tengah peningkatan pengerahan aset dan pasukan militer AS ke wilayah tersebut menyusul ancaman dari Iran dan proksinya untuk membalas Israel atas pembunuhan tokoh-tokoh Hamas dan Hizbullah dalam serangan di Teheran dan Beirut.

Pentagon mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai kemungkinan selama periode yang menegangkan di kawasan tersebut.

"Saya memahami fokus pada momen ini, tetapi kami di [Pentagon] adalah organisasi perencana," kata juru bicara Pentagon Mayaor Jenderal Pat Ryder.

"Dan selain bersiap untuk saat ini, kami akan siap untuk berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Untuk melakukan itu, Anda harus memiliki kemampuan dan kapasitas. Jadi, itulah yang telah kami lakukan dan itulah yang akan kami persiapkan untuk masa depan," paparnya.

Baca Juga: Iran Isyaratkan Gelar Serangan Darat ke Israel

Austin juga telah memerintahkan kapal selam bertenaga nuklir USS Georgia yang bersenjata rudal jelajah Tomahawk, yang telah berada di Laut Mediterania untuk dikerahkan ke CENTCOM AOR.

Kapal itu masih dalam perjalanan, menurut Pentagon.

Di antara langkah-langkah lain untuk memperkuat postur kekuatan di Timur Tengah, militer AS telah memindahkan kapal perusak dari Teluk Oman ke Laut Merah.

Jet tempur tambahan beserta kapal penjelajah berkemampuan pertahanan rudal balistik dan lebih banyak kapal perusak ke Eropa dan Timur Tengah juga telah dikerahkan sebagai respons terhadap ancaman Iran dan proksinya baru-baru ini.

Berbeda dengan pembalasan Iran pada bulan April terhadap Israel atas serangan mematikan terhadap fasilitas diplomatik di Suriah, Teheran tidak banyak memberi tahu waktu atau jenis pembalasan yang diantisipasinya.

Juga tidak jelas apakah yang disebut "poros perlawanan" akan melakukan operasi terkoordinasi atau melakukan tanggapan terpisah.

Hizbullah Lebanon telah bersumpah untuk menyerang jantung Israel sebagai respons atas pembunuhan komandan militer utamanya, Fuad Shukr. Kelompok itu belum melakukannya.

Iran mengatakan akan membalas terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran pada 31 Juli lalu. Teheran juga belum menjalankan ancamannya.

Secara terpisah, Panglima Militer AS Jenderal CQ Brown berbicara kepada koleganya dari Lebanon pada hari Rabu tentang ketegangan saat ini di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

Jenderal Brown menyatakan perlunya menghindari eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut dengan berkoordinasi dengan sekutu dan mitra, kata juru bicara Staf Gabungan AS Kapten Jereal Dorsey.

“AS dan Lebanon memiliki komitmen kuat untuk mengejar keamanan dan stabilitas yang langgeng dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah,” imbuh Dorsey, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis (22/8/2024).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
5 Fakta Menarik Prancis...
5 Fakta Menarik Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved