Mantan Pejabat Saudi Tuding Mohammed Bin Salman Palsukan Tanda Tangan Raja Salman pada Dekrit Perang Yaman
Senin, 19 Agustus 2024 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kami terkejut bahwa ada dekrit kerajaan yang mengizinkan intervensi darat," kata al-Jabri kepada BBC. "Dia memalsukan tanda tangan ayahnya untuk dekrit kerajaan itu. Kapasitas mental raja memburuk."
Seorang pengacara al-Jabri yang berbasis di AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Melansir AP, Perang Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran, yang diluncurkan dengan janji oleh sang pangeran bahwa perang itu akan segera berakhir, telah berlangsung selama hampir satu dekade. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan menciptakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia, menewaskan puluhan ribu orang lainnya. Pangeran Mohammed adalah menteri pertahanan saat itu.
Baca Juga: Pangeran Mohammed Bin Salman Klaim Saudi Sukses Atasi Ketergantungan terhadap Industri Minyak
Sejak dimulainya perang Israel-Hamas di Jalur Gaza, Houthi juga telah melancarkan serangan terhadap pengiriman barang yang telah mengganggu lalu lintas melalui Laut Merah — dan menyebabkan pertempuran paling sengit yang dihadapi Angkatan Laut AS sejak Perang Dunia II.
Seorang pengacara al-Jabri yang berbasis di AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Melansir AP, Perang Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran, yang diluncurkan dengan janji oleh sang pangeran bahwa perang itu akan segera berakhir, telah berlangsung selama hampir satu dekade. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan menciptakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia, menewaskan puluhan ribu orang lainnya. Pangeran Mohammed adalah menteri pertahanan saat itu.
Baca Juga: Pangeran Mohammed Bin Salman Klaim Saudi Sukses Atasi Ketergantungan terhadap Industri Minyak
Sejak dimulainya perang Israel-Hamas di Jalur Gaza, Houthi juga telah melancarkan serangan terhadap pengiriman barang yang telah mengganggu lalu lintas melalui Laut Merah — dan menyebabkan pertempuran paling sengit yang dihadapi Angkatan Laut AS sejak Perang Dunia II.
Lihat Juga :