Mantan Pejabat Saudi Tuding Mohammed Bin Salman Palsukan Tanda Tangan Raja Salman pada Dekrit Perang Yaman

Senin, 19 Agustus 2024 - 17:15 WIB
loading...
A A A
Al-Jabri pernah bekerja untuk mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, orang kepercayaan AS dalam pertempuran melawan militan al-Qaeda di kerajaan tersebut setelah serangan 11 September 2001. Raja Salman menggantikan putra mahkota dengan putranya pada tahun 2017 dan Pangeran Mohammed bin Nayef diyakini telah ditahan di rumah setelahnya.

Al-Jabri telah menggugat Pangeran Mohammed bin Salman di pengadilan federal AS, menuduh putra mahkota berusaha membunuhnya setelah ia melarikan diri ke luar negeri.

Berbicara kepada BBC, al-Jabri kembali menuduh Pangeran Mohammed mempertimbangkan untuk membunuh mantan Raja Abdullah dengan jaringan racun dari Rusia — sesuatu yang ia klaim dalam wawancara tahun 2021 dengan CBS News. Ia juga menggambarkan kekhawatirannya bahwa sang putra mahkota masih ingin membunuhnya sementara anak-anaknya masih dipenjara di kerajaan itu.

"Ia merencanakan pembunuhan saya," kata al-Jabri kepada BBC. "Ia tidak akan beristirahat sampai ia melihat saya mati. Saya tidak meragukannya."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
Mantan Capres AS Beri...
Mantan Capres AS Beri Tanda Tangan dan Pesan di Bom Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved