Profil Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya yang Siap Bantu Rusia Gempur Ukraina

Senin, 19 Agustus 2024 - 13:20 WIB
loading...
Profil Ramzan Kadyrov,...
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov kembali sesumbar siap membantu Rusia menggempur Ukraina. Foto/Saluran Telegram Ramzan Kadyrov via AP
A A A
JAKARTA - Presiden Chehcnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov kembali sesumbar siap membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina. Terbaru, dia berencana mengerahkan Tesla Cybertruck bersenapan mesin ke medan tempur untuk memerangi pasukan Kyiv.

Itu disampaikan dalam video yang dia unggah di Telegram. Dalam videonya, pemimpin berusia 47 tahun itu terlihat berada di belakang kemudi Tesla Cybertruck saat dia berkendara di Ibu Kota Chechnya, Grozny.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Elon Musk. Ini, tentu saja, adalah jenius terkuat di zaman kita dan seorang spesialis. Seorang pria hebat," kata Kadyrov dalam sebuah posting yang menyertai video tersebut.

Baca Juga: Bela Rusia, Kadyrov Siap Kerahkan Truk Tesla Bersenapan Mesin untuk Perangi Ukraina

"Berdasarkan karakteristik yang sangat baik tersebut, Cybertruck akan segera dikirim ke area operasi militer khusus, di mana ia akan dibutuhkan dalam kondisi yang tepat," imbuh dia, merujuk pada nama resmi Kremlin untuk perangnya di Ukraina.

Pada Mei 2023, Kadyrov mengumumkan bahwa Pasukan Khusus Akhmat milik Chechnya siap perang melawan Ukraina di Bakhmut. Pasukan tersebut sebagian memang telah terlibat dalam perang membela pasukan Moskow hingga sekarang.

Sekadar diketahui, Chechnya bukanlah negara merdeka, tetapi sebuah republik otonom dalam Federasi Rusia. Terletak di Kaukasus Utara, Chechnya memiliki status sebagai salah satu subjek federasi Rusia, yang berarti ia memiliki tingkat otonomi tertentu dalam hal administrasi dan kebijakan lokal.

Profil Ramzan Kadyrov yang Siap Bantu Rusia Perangi Ukraina


Ramzan Akhmadovich Kadyrov lahir pada 5 Oktober 1976 di Tsentoroy, Chechnya, sebagai putra dari Akhmad Kadyrov, mantan Presiden Chechnya.

Setelah kematian ayahnya pada tahun 2004 dalam sebuah serangan bom, Ramzan menggantikan posisi ayahnya dengan dukungan penuh dari pemerintah Rusia.

Pada tahun 2007, dia dilantik sebagai Presiden Chechnya dan sejak saat itu, dia memegang kekuasaan yang signifikan di wilayah tersebut. Dia dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ramzan Kadyrov menikah dengan Medni Kadyrova, seorang ibu rumah tangga yang sering kali terlibat dalam kegiatan sosial dan amal di Chechnya.

Kadyrov dan Medni memiliki lima anak; Akhmad Kadyrov, Emin Kadyrov, Khadija Kadyrova, Elina Kadyrova, dan Adam Kadyrov.

Di bawah kepemimpinan Kadyrov, Chechnya telah mengalami pembangunan infrastruktur yang pesat, namun sering kali disertai dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius.

Berbagai laporan kelompok HAM menyatakan pemerintahannya dikenal dengan tindakan keras terhadap lawan politik dan aktivitas ekstrem dalam menegakkan keamanan.

Peran Kadyrov dalam Konflik Ukraina


Dalam konteks konflik Ukraina, Kadyrov dan pasukannya yang dikenal sebagai Kadyrovtsy telah menunjukkan dukungan kuat terhadap Rusia.

Sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Kadyrov secara terbuka mendukung aksi militer Rusia dan mengeklaim bahwa pasukan Chechnya siap untuk bertempur di Ukraina.

Dia bahkan menggambarkan dirinya sebagai pejuang utama untuk kepentingan Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved