Serangan Rudal Iskander Rusia Hancurkan HIMARS Amerika di Ukraina, Ini Videonya

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 09:01 WIB
loading...
Serangan Rudal Iskander...
Serangan rudal Iskander Rusia menghancurkan peluncur HIMARS Amerika Serikat di wilayah Ukraina. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Serangan Rusia pada Kamis telah menghancurkan salah satu peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) pasokan Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina.

Sistem roket canggih Amerika itu hancur diserang rudal balistik Iskander saat bersembunyi di area hutan di wilayah Sumy, Ukraina, setelah melepaskan beberapa tembakan.

Kementerian Pertahanan Rusia merilis video beresolusi tinggi yang menunjukkan serangan tersebut.

Baca Juga: AS Bakal Pasok Rudal Canggih JASSM sebagai Senjata F-16 Ukraina untuk Melawan Rusia

Dalam sebuah langkah yang digambarkan oleh Moskow sebagai tindakan terorisme, beberapa ribu tentara Ukraina menyeberang dari Sumy ke wilayah Kursk, Rusia, pekan lalu, berusaha untuk meredakan tekanan di garis depan Donbas dan merebut beberapa wilayah Rusia sebagai alat tawar-menawar.

Moskow telah menanggapi dengan serangan udara dan artileri yang intens terhadap pasukan Kyiv.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan pada Kamis menghancurkan satu peluncur HIMARS, pod isi ulang enam roket, dan dua kendaraan dinas unit artileri Ukraina.

Sekadar diketahui, M142 HIMARS dipasang pada sasis truk beroda dan dapat menembakkan roket berpemandu GPS, bom pesawat yang dimodifikasi, atau rudal balistik jarak jauh ATACMS.

AS telah menyediakan Ukraina dengan sedikitnya 40 peluncur HIMARS, menurut informasi yang dirilis oleh Pentagon.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved