Negara Tetangga Indonesia Uji Rudal Canggih SM-6 Amerika untuk Pertama Kalinya

Minggu, 11 Agustus 2024 - 07:56 WIB
loading...
Negara Tetangga Indonesia...
Australia, negara tetangga Indonesia, uji rudal canggih SM-6 Amerika untuk pertama kalinya. Foto/Raytheon
A A A
SYDNEY - Australia, negara tetangga Indonesia, mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka telah menguji coba SM-6—rudal canggih buatan Amerika Serikat (AS)—untuk pertama kalinya.

Tes misil dari kapal perang itu menjadi langkah besar dalam memperoleh dan mengintegrasikan senjata pertahanan udara ke dalam inventaris militer Canberra.

Kapal perang HMAS Sydney melakukan uji coba SM-6 di dekat negara bagian Hawaii, AS, sebagai bagian dari latihan Pacific Dragon 2024. Demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Australia, menyebutnya sebagai "tonggak penting" dalam kesepakatan yang pertama kali disetujui pada tahun 2021.

SM-6 adalah rudal pertahanan udara Angkatan Laut tercanggih di gudang senjata AS, dan juga telah diuji untuk menyerang kapal dan target darat, dan dalam skenario udara-ke-udara.

Baca Juga: Rusia Serang 3 Sistem Rudal Patriot Buatan AS di Ukraina

“Ini adalah contoh lain dari percepatan perolehan kemampuan penting bagi Angkatan Laut," kata Pat Conroy, Menteri Pertahanan dan Penyediaan Kemampuan Australia, seperti dikutip Reuters, Minggu (11/8/2024).

“Kemampuan untuk menghalangi musuh dari jarak jauh dan untuk menghalangi upaya untuk memproyeksikan kekuatan terhadap Australia adalah bagian inti dari Strategi Pertahanan Nasional.”

Australia telah berupaya untuk meningkatkan kemampuan militernya dalam menghadapi meningkatnya ketegangan dengan China, termasuk peningkatan pangkalan yang didanai AS.

Memperluas wilayah yang dapat dipertahankan kapal memaksa musuh untuk beroperasi lebih jauh, memungkinkan Angkatan Laut Kerajaan Australia (RAN) untuk maju lebih jauh ke perairan yang disengketakan jika terjadi konflik.

Pada bulan Maret, Australia membantu uji SM-6 AS yang terpisah dengan menyediakan pengumpulan data, komunikasi, dan pelacakan, menurut Badan Pertahanan Rudal AS.

Pemerintah Australia belum mengatakan berapa banyak rudal yang mereka rencanakan untuk dibeli dari Amerika Serikat. Namun ketika penjualan militer asing disetujui pada tahun 2021, dokumen pemerintah AS menunjukkan perkiraan biaya sebesar USD350 juta untuk "barang dan layanan pertahanan".

Jumlah tersebut termasuk rudal SM-6 dan SM-2 yang lebih lama, yang sudah digunakan oleh Angkatan Laut Australia.

Pengumuman pada hari Sabtu tidak menyebutkan kapan SM-6 akan beroperasi, tetapi mengatakan akan digunakan pada kapal perusak kelas Hobart, di mana Australia memiliki tiga di antaranya. Masing-masing dapat membawa 48 rudal pertahanan udara.

"Keserbagunaan SM-6 menjadikannya tambahan yang menarik bagi persenjataan rudal RAN yang terbatas, memberinya kemampuan pertahanan rudal dan antikapal tambahan untuk melengkapi Naval Strike Missile (rudal antikapal canggih yang juga baru-baru ini diuji oleh RAN),” kata Euan Graham, analis senior di Australian Strategic Policy Institute.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
6 Pebulu Tangkis Indonesia...
6 Pebulu Tangkis Indonesia Hengkang Bela Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved