Wabah COVID-19, PBB Mulai Kirim Bantuan Medis ke Negara Berkembang
Sabtu, 02 Mei 2020 - 00:07 WIB
loading...
PBB mulai mengirimkan bantuan medis ke negara-negara berkembang untuk menghadapi pandemi virus COVID-19. Foto/US News
A
A
A
LIEGE - Pesawat pertama Program Pangan Dunia (WFP) PBB yang sarat dengan bantuan medis telah terbang ke negara-negara berkembang, khususnya yang rentan terhadap pademi virus Corona, yang bertujuan unuk meningkatkan layanan menjadi 350 penerbangan per bulan.
WFP telah memilih sembilan bandara di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam jembatan udara kemanusiaan khusus, yang juga akan menerbangkan hingga 350 penerbangan penumpang per bulan untuk mengangkut tim medis dan kemanusiaan dari awal Mei.
Sebuah penerbangan kargo Boeing 757 meninggalkan Bandara Liege, Belgia, pada Kamis malam yang sarat dengan 16 ton pasokan medis, termasuk masker, sarung tangan, obat-obatan dan jarum suntik untuk negara Burkina Faso di Afrika Barat.
Penundaan penerbangan penumpang komersial selama pandemi tidak hanya mencegah puluhan ribu pekerja kemanusiaan bepergian tetapi juga menghilangkan ruang kargo.
"(Tantangan) hari ini untuk menemukan pesawat kargo adalah mimpi buruk. Harga telah naik empat atau lima kali," kata Amer Daoudi, direktur respon bersama COVID-19 WFP.
"Kamu mungkin juga tidak mendapatkannya hari ini atau lusa atau selama seminggu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).
Jadi WFP, yang berfungsi sebagai kepanjangan tangan sistem logistik PBB, telah membuat kontrak untuk waktu yang lama guna memastikan penerbangannya beroperasi dan melakukannya dengan biaya yang masuk akal.
WFP telah memilih sembilan bandara di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam jembatan udara kemanusiaan khusus, yang juga akan menerbangkan hingga 350 penerbangan penumpang per bulan untuk mengangkut tim medis dan kemanusiaan dari awal Mei.
Sebuah penerbangan kargo Boeing 757 meninggalkan Bandara Liege, Belgia, pada Kamis malam yang sarat dengan 16 ton pasokan medis, termasuk masker, sarung tangan, obat-obatan dan jarum suntik untuk negara Burkina Faso di Afrika Barat.
Penundaan penerbangan penumpang komersial selama pandemi tidak hanya mencegah puluhan ribu pekerja kemanusiaan bepergian tetapi juga menghilangkan ruang kargo.
"(Tantangan) hari ini untuk menemukan pesawat kargo adalah mimpi buruk. Harga telah naik empat atau lima kali," kata Amer Daoudi, direktur respon bersama COVID-19 WFP.
"Kamu mungkin juga tidak mendapatkannya hari ini atau lusa atau selama seminggu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).
Jadi WFP, yang berfungsi sebagai kepanjangan tangan sistem logistik PBB, telah membuat kontrak untuk waktu yang lama guna memastikan penerbangannya beroperasi dan melakukannya dengan biaya yang masuk akal.
Lihat Juga :