Erdogan Tuduh Yunani Menabur Kekacauan di Mediterania

Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:08 WIB
loading...
Erdogan Tuduh Yunani...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/Murat Cetinmuhurdar/Handout/Anadolu Agency
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Angkatan Laut Turki tidak akan mundur karena Yunani menabur kekacauan di Laut Mediterania timur. Kedua negara sama-sama telah mengerahkan kapal perang dalam konfrontasi retoris yang meningkat atas klaim sumber energi yang tumpang tindih di wilayah tersebut.

"Orang-orang yang melemparkan Yunani ke depan Angkatan Laut Turki tidak akan mendukung mereka," kata Erdogan setelah rapat kabinet. Dia menambahkan bahwa Athena tidak memiliki hak untuk menyiarkan navigasi maritim dan peringatan cuaca, yang dikenal sebagai Navtex, di wilayah yang diklaim oleh Ankara.

"Yunani telah mendeklarasikan Navtex-nya sendiri secara tidak sah dan dengan cara yang manja...Dengan pendekatan ini, Yunani telah menabur kekacauan yang tidak dapat dihindarinya," Kata Erdogan hari Senin yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (25/8/2020). (Baca juga: Ironi Turki, Jalin Hubungan dengan Israel tapi Benci Negara Lain Melakukannya )

Turki telah memperpanjang misi eksplorasi kapal survei Oruc Reis di bagian yang disengketakan di Mediterania timur hingga 27 Agustus. Hal itu memicu ketegangan di wilayah tersebut. Athena menyebut survei itu ilegal.

Juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa Yunani telah mengeluarkan nasihat Navtex yang juga berakhir pada 27 Agustus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Detik-Detik Gempa Dahsyat...
Detik-Detik Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Lepas Pantai Meksiko, Korban Jiwa Nihil
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved